RAHASIA DI DALAM RAHASIA

Singkatan, Ukuran Fuqoha’

Ngaji.web.id – Imam Syafi’i menggunakan lafadz (الفرض) di dalam makna lafadz (wajib yang harus di kerjakan) tidak ada perbedaan diantara keduanya. Sebagaimana Imam Syafi’i juga menggunakan (الكرهة) tidak disukai untuk mengerjakannya. Sebagaiman di riwayatkan bahwasanya Rasulullah besabda:”bumi adalah masjid (tempat sujud) kecuali kuburan dan kamar mandi”, Imam Syafii memberikan sebab karena kuburan dan kamar mandi tidak suci.

Sebagaimana juga Imam Syafi’i juga menggunakan lafadz (أحب) yaitu disukai mengerjakan dan tidak mengerjakannya karena tidak fardhu’ (wajib). Seperti diriwayatkan dari Arrabi’ “ saya bertanya kepada Imam Syafi’i : apakah kamu membaca Al-fatihah secara sir (pelan) pada raka’at terakhir, maka Imam Syafi’I berkata saya lebih senang seperti itu karena hal itu tidak  diwajibkan.

Dan begitu juga makna (أكره) terkadang Imam Syafi’I menggunakan (لم أحب) , dan juga menggunakan istilah (لا بأس) dengan makna memperbolehkan dengan tidak كراهة dan استحباب  , sebagaimana juga iama Syafi’I menggunakan kalimat (جائز ) dengan makna trersendiri, yaitu boleh tidak makruh dan juga mustahab. Dan juga menggunakan istilah (لاخير فيه) dalam makna haram.

Dalil-dalil Fiqhiyah dalam Madzhab Syafi’i

Ada empat dasar fiqhiyah yang dijadikan sandaran oleh Imam Syafi’I :

  1. Al-qur’an
  2. Sunna nabawiyah
  3. Ijma’
  4. Qiyas

Madzhab ini (Syafi’i) banyak menyebar di Hijaz, Iraq, Mesir, Syam dan yang lainnya.

Istilah-istilah Dengan Tanda-tanda

Ada beberapa istilah dalam madzhab Fuqoha’ yaitu :

  1. (الإمام) yang dimaksud disini adalah Imam Haromain Al-Juwainy, Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf, wafat pada tahun 478 H
  2. (القاضي) yaitu Husain Abu Ali Muhamad bin Ahmad Al-Maruzy, wafat pada tahun 462 H.
  3. (القاضيان) yang dimaksud disini ada dua orang yaitu :
  4. Ali bin Muhammad bin Habib Al-mawardy, wafat pada tahun 450 H
  5. Abdul Wahid bin Ismail bin Ahmad Ar-Ruyani, wafat pada tahun 501 H
  6. (الشيخان) yaitu :
  7. Abdul Karim Muhammad bin Abdul Karim Ar-rofi’, Abu Qosim Al-quzuwainy, wafat pada tahun 634 H
  8. Yahya bin Syarf Abu Zakaria An-Nawawy, wafat pada tahun 677 H
  9. (الشيوخ) yaitu An-nawawy, Ar-rifi’I, dan Taqiyuddin.
  10. (الشارح) jika yang disebutkan (الشارح المحقق) maka dia adalah Jalaluddin Al-Mahaly Muhamad bin Ahmad bin Ibrahim, wafat apada tahun 864 H. akan tetapi di dalam  (شرح الإرشاد) [1] jika disebutkan (الشارح) maka yang dimaksud adalah Muhammad bin Abdul Mun’im Al-Qohiry Syamsuddin, wafat apda tahun 889 H
  11. (شارح) jika istilah ini disebutkan maka yang dimaksud hannya satu orang yaitu (الشهبة) ?
  12. (شيخنا, أو الشيخ, أو شيخ الإسلام) maka yang dimaksud adalah Zakaria bin Muhammad bin Ahmad Al-Anshory wafat pada tahun 926 H
  13. (شيخي) jika Khotib As-syarbini mengucapkan istilah ini maka yang dimaksud disini adalah Asy-syihab  Ahmad bin Ahmad Ar-Romly, wafat pada tahun 971 H
  14. Jika Syaikh Asy-Syirozi menyebutkan Abu Abbas dalam kitab (المهذب) maka yang dimaksud disini adalah Ahmad bin Syuroij, wafat pada tahun 306 H
  15. Jika dalam kitab (المهذب) Abu Ishaq maka dia adalah Al-Muruzy Ibrohim bin Ahmad muridnya Ibnu Syuroj, wafat pada tahun 340 H
  16. Jika dalam kitab (المهذب) Abu Sa’id maka dia adalah Al-Ishthohkry Abu Sa’id Al-Hasan bin Ahmad, dia dan Ibnu Syuroj adalah Syaikhnya Syafi’I, wafat pada tahun 328 H
  17. (ابو حامد) ada dua orang yang dimaksud di dalam kitab (المهذب) yaitu :
  18. Al-qhodhy Abu Hamid Al-Muruzy Ahmad bin Basyr bin ‘Amir, wafat pada tahun 362 H
  19. Syaikh  Abu Hamid Al-isfiroyainy  Ahmad bin Muhammad, wafat pada tahun 406 H
  20. (أبو القاسم) di dalam buku (المهذب) ada empat orang yang di maksud yaitu Al-Anmathy, Ad-Daraky, Ibnu Kaaj, As-Shoymiry.
  21. (أبو الطيب) dalam kitab (المهذب) ada dua orang dari Fuqoha’ Syafi’iyyah yaitu : Ibnu Salamah, dan Al-qhodhy Abu Thoyyib.
  22. Jika di sebutkan dalam kitab (المهذب) kata –الربيع- maka dia adalah Ar-Robi’ bin Sulaiman.
  23. Imam Nawawy berkata
  24. (المحمدون الأربعة) mereka adalah
  25. Muhammad bin Nashr Abu Abdullah Al-Muruzy wafat pada tahun 294 H
  26. Muhammad bin ibrohim bin Mundzir, wafat pada tahun 310 H
  27. Muhammad bin Jarir At-Thobary wafat pada tahun 310 H
  28. Muhammad bin ishaq bin Khuzaimah, wafat pada tahun 311 H
  29. (الأصحاب) yaitu mereka orang-orang terdahulu yang sezaman yang merka berjumlah 400 orang karena mereka berada pada kurun Khoiriyah (terbaik)
  30. (المتأخرون) merka yang hidup setelah abad ke empat, dikatakan juga mereka yang hidup setelah periode dua syaikh yaitu An-nawawy dan Ar-rafi’i.

Rumus-rumus Catatan Kecil

Para madzhab Syafi’i dan yang lainnya menggunakan rumus-rumus tertentu, diantara rumus-rumusnya sebagai berikut :

  1. (م – ر) maksud disini adalah Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Hamzah Ar-romly pengarang (نهاية المحتاج), wafat pada tahun 1004 H
  2. (الشهاب م – ر) yang dimaksud adalah Syaikh Ahmad bin Hamzah Ar-Romly muridnya syaikh Zakaria Al-Anshory dan anak dari Muhammad Ar-Romly As-sabiq wafat pada tahun 971 H
  3. (خ – ط)

Kode ini menunjukkan kepada Syaikh Muhammad bin Ahmad As-syarbini yang dikenal dengan Al-Khotib Asy-Syarbini pengarang buku – مغني المحتاج- wafat pada tahun 977 H

  1. (حج)

Yang dimaksud disini adalah Al-Allamah Asy-Syihab Ahmad bin Muhammad bin Hajar Al-haitamy, pengarang bukun – تخفة المحتاج- wafat pada tahun 974 H

  1. (زي)

Yang dimaksud disini adalah Syaikh Ali bin Yahya Az-Ziyad , wafat pada tahun 1024 H

  1. (سم)

Yaitu Syaikh Al-Allamah Ahmad bin Qosim Al-Ibady , wafat pada tahun 994 H

  1. (طب)

Yaitu syaikh Muhammad Manshur Ath-Thiblawy wafat dan lahirnya di Qohiroh, wafatnya pada tahun 1014 H

  1. (ح – ل)

Yaitu Syaikh Ali bin Ibrohim Al-Halby pengarang – السيرة الحلية- wafat pada tahun 1044 H

  1. (س – ل)

Yaitu Syaikh Sulthon bin Ahmad Al-Mazahy wafat pada tahun 1075 H

  1. (ع – ش)

Yaitu Syaikh Ali bin Asy-Syaromilsy wafat pada tahun 1087 H

  1. (ب – ر)

Yang dimaksud disini adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Dayim Al-Barmawy, wafat pada tahun 831 H

  1. (ع – ن)

Yaitu bSyaikh Muhammad bin Daud Al-Ghonany, wafat pada tahun 1098 H

  1. (أ – ط)

Yaitu Syaikh Al-athfihy.

  1. (ج)

Yaitu Syaikh Alwi bin Saqof Al-jafri, wafat pada tahun 1335 H

  1. (ي)

Yang dimaksud adalah Syaikh Abdullah bin Umar bin Yahya.

  1. (ك)

Yaitu Syaikh Myuhammad bin Sulaiman Al-kardy, wafat pada tahun 1194 H

  1. (ح – ض)

Yaitu Syaikh Hadr Asy-syaubiry.

  1. (م – د)

Syaikh Muhammad Al-madabaghi,

  1. (أ – ج)

Yang dimaksud adalah Syaikh Athiyah bin Athiyah Al-Ajhury, wafat pada tahun 1190 H

  1. (ح – ف) atau (حف)

Yaitu Syaikh Muhammad bin Salim bin Ahmad Al-hafnawy atau Al-hafany Syamsuddin, wafat pada tahun 1181 H

  1. (ب – ج)

Syaikh Sulaiman bin Muhammad Al-bajirmy , wafat pada tahun 221 H

  1. (با – ج)

Syaikh Ibrohim bin Muhammad Al-bajury Sytaikh Al-azhar, wafat pada tahun 1277 H

  1. (ش – ق)

Syaikh Abdullah bin Hajazy Asy-sayrowy wafat pada tahun 1228 H

  1. (حميد) atau (عبد)

yaitu Abdul Hamid bin Ad-daghostany.

  1. (ق – ل)

Yaitu Syaikh Ahmad bin Isa Al-qilyuby, weafat pada tahun 689 H

  1. (ش)

Yang dimaksud adalah Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Al-asykhor Al-yamany yang wafat pada tahun 989 H

  1. (ب)

Yaitu Abdullah bin Husain dari peninggalan beliau adalah – شرح الجرومية- wafat pada tahun wafat pada abad ke 11.

Para Fuqoha’ dan Kitab-kitab Mereka Yang Masyhur

  1. (صاحب جمع الجوامع)

Dia adalah Abu Sahal Ahmad bin Muhammad Ad-Daury, dikenal dengan Ibnu ‘Afrois, buku dia adalah yang disebutkan diatas, dia mengumpulkan semua buku-buku syafi’I, dan Rafi’I menukil darinya bahwa beliau mendudukan bab Thoharoh sebagai bab pertama, wafat pada tahun 363 H

  1. (صاحب التقريب)

Dia adalah Al-Qosim bin Al-Qoffal Al-Kabir Asy-Syasyi, dia mengarang kitab (التقريت) syarah dari kitab yang mendekati dengan kitab karangan Ar-rofi’I, wafat pada tahun 405 H

  1. (صاحب المستدرك علي الصحيحين)

Dia adalah Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah An-Nisabury yang dikenal dengan AL-Hakim, wafat pada tahun 405 H

  1. (صاحب التممة)

Dia adalah Abu Sa’id Abdurrahman bin Ma’mun Al-Mutawaly An-Nisabury, karyanya Adalah (التممة) ringkasan dari (الإبانة) oleh karena itu disebut dengan (تتمة الإبانة), wafat pada tahun 476 H

  1. (صاحب البحر)

Dia adalah Qodi  Al-qodho Abdul Wahid bin Ismail Ar-Ruyani, karangannya adalah (بحر المذهب) dan juga (حلية المؤمن), wafat pada tahun 502 H

  1. (صاحب الحلية)

Dia adalah Abu Bakar Muhammad bin Ahmad Asy-syasyi yang diberi gelar dengan Fakhrul islam, karangannya adalah (حلية العلماء في معرفة مذاهب الفقهاء), wafat pada tahun 505 H

  1. (صاحب الذخائر)

Dia adalah Al-qodi Baha’uddin Abul ma’aly Al-Majally bin Najaa Al-MakhzumiAl-usyuthi, karyanya (الذخائر في فقه الشافعي), beliau wafat pada tahun 549 H

  1. (صاحب البيان)

Dia adalah abu Husain yahya bin Abi husain Al-yamany, dia adalah syaikh Syafi’iyah yang berada di Yaman pengarang kitab (البيان), wafat pada tahun 558 H

  1. (صاحب التعجيز)

Dia adalah Taajuddin Abdurrohim bin Abdul Malik bin Imad bin Yunus , dia adalah imam ushul fiqh, karangannya adalah (التعجيز) ringkasan dari ktab (الوجيز في فروع الشافعية) , wafat pada tahun 669 H

  1. (صاحب التوسيح)

Dia adalah Taajuddin Abu Nashr Abdul Wahab bin Ali As-sabky, ktab karangannya adalah (توسيح التصحيح) dalam masalah ushul fiqh, beliau wafat pada tahun 771 H

  1. (صاحب العجالة)

Dia adalah Syaikh Sirojuddin Abul Hasan bin Al-Mulaqqon Al-mishry Umar bin Ali bin Ahmad, kitab karangannya adalah (عجالة المحتاج علي المنهاج), wafat pada tahun 804 H

  1. (صاحب الإرشاد)

Dia adalah Syaikh syarfuddin Mahmud bin Al-husain Al-Mishry, karyanya adalah (إرشاد المحتاج في شرح المنهاج), wafat pada tahun 976.

 

Judul Kitab Madzhab Syafi’i
المختصر : إسماعيل بن يحيى المزني (تلميذ الإمام الشافعي)
الشرح : الشرح الكبير على متن العزيز للإمام الرافعي
الإيضاح : للإمام النووي
الشروح : شروح المنهاج الطالبين للنووي
المنهاج : منهاج الطالبين للنووي
Laqob (Julukan) Ulama Madzhab Syafi’i
الإمام : ضياء الدين أبو المعالي إمام الحرمين عبد المالك بن محمد الجويني
الإمامان : إمام الحرمين والرازي
الشيخان : الرافعي والنووي
الشيوخ : الرافعي والنووي وتقي الدين بن علي بن عبد الكافي السبكي
الشيخ : أبو إسحاق إبراهيم بن علي الشيرازي
القاضي : أبو علي حسين بن محمد المروزي
السبكي : تقي الدين بن علي بن عبد الكافي السبكي, والد عبد الوهاب تاج الدين السبكي
العراقي : زين الدين عبد الرحيم بن الحسين العراقي
القفال الصغير أو المطلق : القاضي أبو بكر عبد الله بن محمد القفال الصغير المروزي
القفال الكبير : القاسم بن محمد بن علي القفال الكبير الشاشي
حجة الإسلام : محمد بن محمد بن محمد الغزالي
شيخ الإسلام : أبو يحيى زكريا الأنصاري
البلقيني : سراج الدين عمر بن رسلان البلقيني
الفيروزابادي : مجد الدين محمد بن يعقوب الفيروزابادي الشيرازي
Istilah yang Sering Digunakan
المتقدمون : من انتمى لأربع من المئين سنة
المتأخرون : من انتمى بعد أربع من المئين سنة
السلف : من كان لثلاثة القرون
الخلف : من كان بعد ثلاثة القرون
الأصحاب : المتقدمون أصحاب الوجوه الناقلون من الإمام الشافعي
المعتمد : الأظهر من القولين أو الأقوال
الأوجه : الأصح من الوجهين أو الوجوه

Ukuran, Timbangan dan Jarak

  1. 1 Qiroth syar’i:
    versi imam syafi’i,Ahmad bin hambal dan maliki:0,215 Gr.
    Versi Imam abu Hanifah:0,263 Gr.
  2. 1 Dirham syar’i:
    versi Imam syafi’i,Ahmad bin Hambal dan Maliki:2,715 Gr.
    Versi Imam Hanafi:3,770 Gr.
  3. 1Mitsqol:
    Versi imam syafi,i,Ahmad bin Hambal dan maliki:3,879 Gr.
    Versi Imam Abu Hanifah:5,388 Gr.
  4. 1Sho’ gandum (hinthoh)
    versi Imam Nawawi :1862,18 Gr.
  5. 1Mud gandum (Hinthoh)
    Versi Imam Nawawi :465,54 Gr.
  6. 1 Sho’ beras putih (ukuran zakat fitrah) : 2719,19 Gr.
  7. 1 Mud beras putih : 679,79 Gr.
  8. 1 Ritl Baghdad :
    Versi Imam Nawawi :349,16 Gr.
    Versi Imam Rofi’i :353,49 Gr.
    Versi Imam Maliki :347,55 Gr.
    Versi Imam Ahmad :349,16 Gr.
    Versi Imam Abu Hanifah :490,65 Gr.
  9. 1 Mud air tawar jernih : 786 Gr.
  10. 1 Mana : 896,48 Gr.
  11. 1 Daniq : 0,430 Gr.
  12. 1 Thosuh : 0,107 Gr.
  13. 1 Uqiyah Urfi : 41,376 Gr.
  14. 1 Qinthor : 49651,2 Gr.
  15. 1 Astar :
    Versi Imam Syafii,Ahmad bin Hambal dan Maliki :17,455 Gr.
    Versi Imam Hanafi : 26,46 Gr.
  16. 1 Mud dalam volume :
    Versi Imam Syafii,Hambali dan Maliki :0,766 Lt atau kubus berukuran +9,2 cm=0,766 Lt.
  17. 1 Sho’ dalam volume :
    Versi Imam Syafii,Hambali dan Maliki :3,145 Lt/kubus berukuran + 14,65 cm
  18. 1 Wasaq dalam volume :
    Versi Imam Syafii,Hambali dan Maliki :188,712 Lt/kubus berukuran +57,32 cm
  19. 1 Qofiz :33,52 (pxlt) = 37,736 cm
  20. 1 Dziro’ :
    • 1 Dziro’ Al Mu’tadil

    Versi mayoritas Ulama:48 cm
    Versi Imam Nawawi :44,720 cm
    Versi Imam Rofi’i :44,820 cm

    • 1 Dziro’ Al Hasyimi

    Versi Al Makmun =41,666625 cm

  21. 1 Jarib :53,24 cm (pxlxt)= 150,944 Lt 22.
    Air dua qulah:
    versi Imam Nawawi :174,580 Lt atau kubus berukuran +55,9 cm
    versi Imam Rofi’i : 174,245 Lt atau kubus berukuran +56,1 cm
    versi Ahli Iraq: 255,325 Lt atau kubus berukuran +63,4 cm
    versi mayoritas ulama:216,000 Lt atau kubus berukuran +60 cm
  22. Jarak Qoshor Sholat :
    versi Tanwirul Qulub :80,640 km
    versi Imam Makmun :89,999992 km
    versi Imam A.Husein Al Misri :94,5 km
    versi mayoritas Ulama : 119,99988 km
  23. 1 Mil Hasyimi :
    versi Imam Makmun :1,666665 km
    versi Imam A.Husein Al Misri :1,76041 km
    versi mayoritas Ulama : 2,99995 km
  24. 1 Farskh :
    versi Imam Makmun :4,99995 km
    versi Imam A Husein Al Misri :5,28125 km
    versi Mayoritas Ulama :7,4999925 km.

 Tambahan Dari Ust. M. Syahrowardi Trenggalek

  1. AIR DUA QULLAH
    Menurut Imam An-Nawawi= 174,580 Ltr = 55,9 Cm3. Menurut Imam Ar-Rofi’i= 176,245 Ltr = 56,1 Cm3. Menurut Ahli Iraq= 245,325 Ltr = 63,4 Cm3. Menurut Akhsarinnas= 60 Cm3

    B. ZAKAT FITRAH ADALAH SATU SHO’= 2719 Gr = 2,719 Kg.

    C. JARAK QOSOR SHOLAT MENURUT;
    – Kitab Tanwirur Qulub = 80,640 Km.
    – Al-Mak’mun= 89,999,992 Km.
    – Ahmad Husein = 94,500 Km.
    – Akstarul Fuqoha’= 119,999,88 Km.

    D. SATU DZIRO’ ALMU’TADIL (UKURAN TANGAN YANG NORMAL);
    -Menurut Akstarinnas = 48 Cm.
    -Menurut Al-Ma’mun = 41,666625 Cm.
    -Menurut An-Nawawi = 44,720 Cm.
    -Menurut Ar-Rofi’I = 44,820 Cm.

    DAFTAR PROSENTASE MAAL ZAKAT

    1. Perak
    NISHOB : 543,35 GR
    ZAKAT : 1/40 = 13,584 GR
    PROSEN : 2,5 %
    KETERANGAN: Dikeluarkan Setelah 1 Tahun

    2. Emas
    NISHOB: 77,58 Gr
    ZAKAT: 1/40 = 1,9395 Gr
    PROSEN: 2,5 %
    KETERANGAN: Dikeluarkan setelah 1 tahun

    3. Gabah
    NISHOB:
    a. 1323,132 Kg
    b. 1323,132 Kg
    c. 1323,132 Kg
    ZAKAT:
    a. 1/10 = 132,3132 Kg
    b. 1/20 = 66, 1566 Kg
    c. 1/15 = 88, 2088 Kg
    PROSEN:
    a. 10 %
    b. 5 %
    c. 7,5 %
    KETERANGAN:
    a. Tanpa biaya pengairan
    b. Dengan biaya pengairan
    c. Pengairan tidak semuanya pakai biaya

    4. Padi gagang
    NISHOB:
    a. 1631,516 Kg
    b. 1631,516 Kg
    c. 1631,516 Kg
    ZAKAT:
    a. 1/10 = 163,1516 Kg
    b. 1/20 = 81,5758 Kg
    c. 1/15 = 108,7677 Kg
    PROSEN:
    a. 10 %
    b. 5 %
    c. 7,5 %
    KETERANGAN:
    a. Tanpa biaya pengairan
    b. Dengan biaya pengairan
    c. Pengairan tidak semuanya pakai biaya

    5. Beras
    NISHOB:
    a. 815,758 Kg
    b. 815,758 Kg
    c. 815,758 Kg
    ZAKAT:
    a. 1/10 = 81,5758 Kg
    b. 1/20 = 40,7879 Kg
    c. 1/15 = 54,3838 Kg
    PROSEN:
    a. 10 %
    b. 5 %
    c. 7,5 %
    KETERANGAN:
    a. Tanpa biaya pengairan
    b. Dengan biaya pengairan
    c. Pengairan tidak semuanya pakai biaya

    6. Kacang Tunggak
    NISHOB:
    a. 756,697 Kg
    b. 756,697 Kg
    c. 756,697 Kg
    ZAKAT:
    a. 1/10 = 75,6697 Kg
    b. 1/20 = 37,8348 Kg
    c. 1/15 = 50,4464 Kg
    PROSEN:
    a. 10 %
    b. 5 %
    c. 7,5 %
    KETERANGAN:
    a. Tanpa biaya pengairan
    b. Dengan biaya pengairan
    c. Pengairan tidak semuanya pakai biaya

    7. Kacang Hijau
    NISHOB:
    a. 780,036 Kg
    b. 780,036 Kg
    c. 780,036 Kg
    ZAKAT:
    a. 1/10 = 78,0036 Kg
    b. 1/20 = 39,0018 Kg
    c. 1/15 = 52,0024 Kg
    PROSEN:
    a. 10 %
    b. 5 %
    c. 7,5 %
    KETERANGAN:
    a. Tanpa biaya pengairan
    b. Dengan biaya pengairan
    c. Pengairan tidak semuanya pakai biaya

    8. Harta Dagangan Dengan Modal kalkulasi perak
    NISHOB: 543,35 Gr
    ZAKAT: 1/40 = 13,584 Gr
    PROSEN: 2,5 %
    KETERANGAN: Harta dagangan dikurskan dengan nilai Perak dan dikeluarkan akhir tahun

    9. Harta Dagangan Dengan Modal kalkulasi Emas
    NISHOB: 77,58 Gr
    ZAKAT: 1/40 = 1,9395 Gr
    PROSEN: 2,5 %
    KETERANGAN: Harta dagangan dikurskan dengan nilai Emas dan dikeluarkan akhir tahun

    Keterangan :
    Emas pada daftar diatas adalah Emas murni (24 Karat), sedangkan nishobnya Emas tidak murni bisa dihitung dengan cara besar nishob emas murni dibagi karatnya emas yang tidak murni. Lantas hasilnya dikalikan karatnya emas murni (24).

    Contoh untuk mencari nishobnya emas 20 karat : 77,58 (nishob emas murni) : 20 x 24 = 93,096 Gr. Jadi nishobnya = 93,096 Gr. Zakat yang dikeluarkan =1/40 (2,5 %) = 2,3274 Gr.

    Contoh untuk mencari nishobnya emas 22 karat : 77,58 : 22 x 24 = 84,633 Gr. Jadi nishobnya = 84,633 Gr. Zakat yang dikeluarkan = 1/40 (2,5 %) = 2,1158 Gr.

Selengkapnya : http://www.ngaji.web.id/2015/09/singkatan-istilah-ukuran-timbangan-dan.html#ixzz3xjuVAG5p

Pengurus 2010

SUSUNAN PENGURUS PUTRA

PONDOK PESANTREN PUTRA PUTRI ASSALAFY AL ASROR

MASA KHIDMAH 2010

Lurah               : Arif Afandi

Wakil lurah       : Nurkholis

Sekertaris         : Abdul Basith

Bendahara        : Ahmad Maslakhudin

Komisi-komisi

Pendidikan

M Qomarul Huda

Fathur Rohman

Keamanan

Husain Ali Halim

M Saiful Ulum

Kesehatan

Sulistiyono

Ainun Najib

Kebersihan

Agus Santoso

Abdullah Choirus Sofawi

Humas

M Shodiqurrifqi

M Yazid

Sarana dan Prasarana

Hadi Rois

Imam Kharisudin

Perpustakaan

Miftakhul Huda

SUSUNAN PENGURUS UMUM

PONDOK PESANTREN PUTRA PUTRI ASSALAFY AL ASROR

MASA KHIDMAH 2010

Ketua umum                             : Ja’far Shodiq

Sekertaris                                 : Rofiqoh

Bendahara                                : Nofianti

Departemen Dalam Negeri

Muhammad Yasin

Mariyatul Qibtiyah

Lathifatun Nisa’

Departemen Luar Negeri

Muhammad Anis

Nurul Khasanah

Ida Saroh

Ekstra Kulikuler Pondok

Irmawan

Santi Rahayu

Unit Pelayanan Teknis (UPT)

UPT Catering

Ahmad Wachid Ismail

Tomi Nasution

Siti Mutammimah

Thowiyah

Lutfiana

UPT Rental

Abdul Basit

Nur Hikmah

UPT Pembangunan

Zainudin

Nur Ida Fitriyah

UPT Sarana Pendidikan

Zaenal Muttaqin

Fethimiyah

SUSUNAN PENGURUS PUTRI

PONDOK PESANTREN PUTRA PUTRI ASSALAFY AL ASROR

MASA KHIDMAH 2010

 

Lurah                       : Abdiyati Ilmiyana

Wakil Lurah            : Jazilatul Kamila

Sekretaris                : Nur Hikmah

Yulia Roikhatul Laili

Bendahara               : Endah Dwi Anggraini

Luluk Amnah

 

Komisi-komisi   :

Komisi Pendidikan

Faridatuz Zakiyah

Fikriana Nafia

Eethimiyah

Maryatul Qibtiyah

 

Komisi Keamanan

Umi Faidah

Qoriatul Maulidah

Kiki Novita

 

Komisi Kebersihan

Elis Cahayawati

Lutfiana

Eka Hartanti

Khilyatul Fitri Salisa

Amanatul Munawaroh

Nofiyanti

Isti Nur Jannah

 

 

Komisi Sarana dan Prasarana

Siti Imroah

Nur Ida Fitriyah

 

Komisi Hubungan Masyarakat

Nurul Khasanah

Nurul Inayah

 

Komisi Perpustakaan

Rousemiyati Julista

Santi Rahayu

Vivi Nur Ifadloh

 

Komisi Kesehatan

Indriastuti

Widiarti

 

KH. Asnawi Kudus

Berjuang untuk Agama & Negara

Makam di belakang Masjid al-Aqsa Menara Kudus itu, hampir selalu ada saja yang mengaji. Baik yang dengan tujuan untuk berziarah, maupun santri yang niat tabarrukan agar diberi kemudahan dalam mengaji.

Salah satu makam itu, tersebut lah makam KH. Raden Asnawi. Salah satu Kyai, yang masih keturunan ke-14 Sunan Kudus (Raden Ja’far Shodiq) dan keturunan ke-5 KH. Mutamakkin, salah satu Kyai yang sangat dikenal di Desa Kajen, Margoyoso, Pati.

Nama asli KH. Asnawi sebenarnya adalah Raden Ahmad Syamsi. Sementara nama “Asnawi”, disandangnya setelah menunaikan ibadah haji yang ketiga hingga wafat. Sebelumnya, beliau pernah pula memakai nama Raden Haji Ilyas, yaitu ketika baru naik Haji untuk pertama kali. Dan nama inilah yang dikenal di Mekah.

KH.R. Asnawi adalah putra pertama pasangan H. Abdullah Husnin dan R. Sarbinah, pedagang konveksi yang cukup besar di Kudus pada masanya. Beliau dilahirkan di Desa Damaran, Kudus pada tahun 1281 H (+1861 M).

Haus ilmu

  1. Raden Asnawi, adalah sosok yang sangat haus dengan ilmu, terutama ilmu-ilmu agama. Guru pertama beliau adalah orangtuanya sendiri, terutama dalam penguasaan al-Qur’an. Setelah berumur 15 tahun, baru oleh orangtuanya beliau diajak ke Tulung Agung, Jawa Timur, untuk mengaji sambil belajar berdagang. Di Tulung Agung, beliau mengaji di pesantren Tulungagung.

Selain mengaji di Tulung Agung, ia melanjutkan mengaji kepada KH. Irsyad Naib Mayong, Jepara. Ini dilakukan sebelum beliau menunaikan ibadah Haji. Setelah Haji dan menetap di Makkah, ia mengaji dengan banyak Kyai, baik Kyai yang berasal dari Indonesia KH. Saleh Darat (Semarang), KH. Mahfudz (Termas), KH. Nawawi (Banten) dan Sayid Umar Shatha.

Rasa cintanya akan ilmu terutama ilmu agama, ini terbukti sepulangnya dari tanah suci (Makkah). Di mana di Kota kelahirannya, beliau mulai mangajar dan melakukan tabligh agama, betapa pun jauh jarak yang dtempuhnya.

Pada setiap Jumu’ah Pahing, sesudah shalat Jumu’ah, beliau mengajar Tauhid di Masjid Muria (Masjid Sunan Muria) yang berjarak + 18 Km dari kota Kudus, dan ini ditempuhnya dengan berjalan kaki. Beliau juga sering berkeliling dari masjid ke masjid sekitar kota saat shalat Shubuh. Kegiatan mengajar dan tabligh ini dilakukannya sejak beliau berumur 25 tahun.

Kembali ke tanah suci

Kira-kira umur 30 tahun, beliau bersama ayahnya kembali menunaikan ibadah haji. Di haji yang kedua ini, mereka berniat mukim di tanah suci Makkah. Sayang, saat melakukan ibadah haji ini, ayahnya berpulang ke rahmatullah.

Meski ayahnya meninggal, KH. Asnawi tetap mukim di Makkah selama + 20 tahun. Selama itu, ia hanya pulang beberapa kali ke Kudus untuk menjenguk ibunya dan adiknya, H. Dimyati.

Di Makkah, beliau tinggal di rumah Syekh Hamid Manan (Kudus). Namun setelah menikahi Nyai Hj. Hamdanah (janda Almaghfurlah KH. Nawawi Banten), beliau pindah ke kampung Syami’ah. Dalam perkawinannya dengan Nyai Hj. Hamdanah ini, beliau dikaruniai 9 putera. Namun hanya 3 puteranya yang hidup hingga tua. Yaitu H. Zuhri, Hj. Azizah (istri KH. Shaleh Tayu) dan Alawiyah (istri R. Maskub Kudus).

Meski telah menikah dan mempunya tanggungjawab sebagai kepala keluarga, beliau tidak pernah lupa memperdalam ilmu agamanya dengan para Ulama besar, baik dari Indonesia (Jawa) maupun Arab, baik di Masjidil Haram maupun di rumah.

Sampai akhirnya, beliau tidak hanya mengaji, tetapi juga ikut mengajar di Makkah. Baik di Masjidil Haram dan maupun di rumahnya. Diantara para Ulama (Kyai) yang pernah belajar kepada beliau adalah KH. Abdul Wahab Hasbullah (Jombang), KH. Bisyri Samsuri (Jombang), KH. Dahlan (Pekalongan), KH. Shaleh (Tayu), KH. Chambali (Kudus), KH. Mufid (Kudus) dan KH. A. Mukhit (Sidoarjo).

Santri-santrinya tersebut, adalah para Ulama yang kemudian menjadi tokoh masyarakat, bahkan menjadi tokoh nasional. KH. Abdul Wahab Hasbullah dan KH Bisyri Samsuri, misalnya, adalah dua tokoh yang ikut membidani kelahiran dan menjadi pengurus Nahdlatul Ulama.

Nasionalisme dan Penjara

Sebagai Kyai, Nawawi tidak sekadar akrab dengan masjid maupun majlis pengajian. Tetapi ia juga sering keluar masuk penjara, karena terlibat pergerakan nasional memperjuangkan kemerdekaan.

Tahun 1916, beliau pulang ke Indonesia. Pada saat pulang, selain untuk meninjau kampong halamannya, juga dipergunakan menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Sema’un, H. Agus Salim dan HOS. Cokroaminoto.

Saat pulang ke Indonesia ini, bersama kawan-kawannya beliau mendirikan Madrasah Madrasah Qudsiyyah (1916 M). Dan tidak berselang lama, ia juga memelopori pembangunan Masjid Menara secara gotong royong. Malam harim para santri bersama-sama mengambil batu dan pasir dari Kaligelis untuk dikerjakan pada siang harinya.

Di tengah-tengah melaksanakan pembangunan itulah, terjadi huru-hara pada tahun 1918. Dimana beliau dan kawan-kawannya terpaksa menghadapi tantangan kaki tangan kaum penjajah (Belanda) yang menghina Islam.

Kejadian itu adalah, di tengah-tengah umat Islam bergotong royong membangun masjid Menara siang malam, orang-orang Cina malah mengadakan pawai yang akan melewati depan Masjid Menara.

Para Ulama dan pemimpin-pemimpin Islam pun mengirim surat kepada pemimpin Cina, agar tidak menjalankan pawai lewat depan masjid Menara, karena banyak umat Islam yang melakukan pengambilan batu dan pasir pada malam hari.

Permintaan itu tidak digubris. Pawai tetap digelar. Ironisnya, dalam rentetan pawai itu, juga menampilkan adegan yang sangat menghina umat Islam. Dimana ada dua orang Cina yang memakai pakaian haji dengan merangkul seorang wanita yang berpakaian seperti wanita nakal. Orang awam menyebutnya Cengge. Pawai Cina yang datang dari depan masjid Manara menuju selatan, itu pun berpapasan dengan santri-santri yang sedang bergotongroyong mengambil pasir dan batu dengan grobak dorong (songkro). Kedua pihak tidak ada yang mengalah. Hingga terjadi pemukulan terhadap seorang santri oleh orang Cina.

Pemukulan terhadap salah seorang santri ditambah adanya Cengge itulah, insiden Cina-Islam di Kudus yang dikenal dengan huru hara Cina, terjadi. Ejekan dan hinaan dari orang-orang Cina terus saja terjadi. Hingga orang-orang Islam terpaksa mengadakan perlawanan. Para Ulama memandang beralasan untuk mengadakan pembelaan, namun tidak sampai pada pembunuhan.

Ironisnya, dalam insiden tersebut, ada pihak ketiga yang mengambil kesempatan untuk mengambil barang-barang orang Cina. Dan tanpa sengaja, menyentuh lampu gas pom yang menimbulkan kebakaran beberapa rumah, baik milik orang Cina maupun orang Jawa.

Kejadian inilah yang berbuntut penangkapan terhadap KH. Asnawi dan rekannya KH. Ahmad Kamal Damaran, KH. Nurhadi dan KH. Mufid Sunggingan dan lain-lain, dengan dalih telah mengadakan pengrusakan dan perampasan oleh pemerintah penjajah. Mereka pun akhirnya dimasukkan ke dalam penjara dengan masa hukuman 3 tahun.

Tidak sekali saja KH. Asnawi dipenjara. Pada zaman penjajahan Belanda, beliau sering dikenakan hukuman denda karena pidatonya tentang Islam serta menyisipkan ruh nasionalisme dalam pidatonya.

Pun pada masa pendudukan Jepang. Beliau pernah dituduh menyimpan senjata api, sehingga rumah dan pondok beliau dikepung oleh tentara Dai Nippon. Beliau pun dibawa ke markas Kempetai di Pati.

Pada masa-masa revolusi kemerdekaan terutama menjelang agresi militer ke-1, beliau mengadakan gerakan ruhani dengan membaca sholawat Nariyah dan do’a surat Al-Fiil. Tidak sedikit pemuda-pemuda yang tergabung dalam laskar-laskar bersenjata berdatangan meminta bekal ruhaniyah sebelum berangkat ke medan pertempuran melawan penjajah.

Peninggalan berharga

  1. R. Asnawi berpulang ke rahmatullah pada Sabtu Kliwon, 25 Jumadil Akhir 1378 H, bertepatan tanggal 26 Desember 1959 M., tepatnya pukul 03.00 Wib. Beliau meninggal dunia dalam usia 98 tahun, dengan meninggalkan 3 orang istri, 5 orang putera, 23 cucu dan 18 cicit (buyut).

Semasa hidupnya, beliau KH. Raden Asnawi telah berjasa besar bagi Islam dan bangsa Indonesia. Beliau adalah salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan terlibat dalam organisasi pergerakan kemerdekaan.

Untuk Islam, terutama di Kudus, beliau  memopulerkan Shalawat yang kelak di kemudian hari dikenal dengan “Shalawat Asnawiyyah” yang masih sering dibaca dalam majlis-majlis pengajian di Kudus. Selain itu, beliau yang memprakarsasi pembangunan masjid Menara pada 1916.

Peninggalan yang tak ternilai dan semoga menjadi amal yang ikhlas bagi beliau, adalah berdirinya madrasah Qudsiyyah, yang telah melahirkan banyak tokoh masyarakat, baik Kyai, Ustadz, Doktor maupun Profesor.

Majelis pengajian umum Sanganan di Masjid Agung Kauman Wetan Kudus dan majelis Pitulasan di masjid Al-Aqsha Menara Kudus, juga merupakan salah satu warisan beliau yang masih berjalan hingga sekarang. Selain itu, pondok Pesantren Bendan peninggalan beliau, turut menjadi saksi kecintaan dan perjuangannya yang besar terhadap Islam. []

Kumpulan Link Download

  1. http://daarussalafie.org/?cat=30
  2. http://www.elhooda.net/2012/04/kajian-rutin-mingguan-islam-ahlussunnah-majelis-al-hidayah-di-masjid-jami-al-hidayah-solo/
  3. http://www.elhooda.net/2012/03/kajian-fiqih-ahlussunnahkitab-al-ghayah-wa-al-taqrib-matan-abi-syuja/
  4. http://daarussalafie.org/?cat=12
  5. http://majalahalhabib.blogspot.com/?view=magazine
  6. https://archive.org/details/AlMuQorrobin
  7. http://abu-adara.blogspot.com/2011/12/kelk-2010-software-kaligrafi-arab.html
  8. http://www.t3llam.com/pbboard/index.php?page=register&index=1&agree=1
  9. https://www.mediafire.com/folder/gmljm9udhas8o/KITAB_MAKNA
  10. http://www.youtube-mp3.org/
  11. http://www.taklim.net/audios/742/irsyadul-und039ibad-%7C-bab-keutamaan-sholat-fardhu-hadits-nabi-tentang-fardhu-sholat-20131004.html
  12. https://www.youtube.com/channel/UC1r7aFs11pnS4QvBjCUvyOQ/videos (Kumpulan Video Majelis Rasulullah)
  13. http://galery-aswaja.blogspot.com/2012_12_01_archive.html
  14. http://www.4shared.com/folder/sayQbD9f/_online.html
  15. http://www.taklim.net/
  16. http://www.taklim.tv/
  17. https://www.youtube.com/user/MajelisMR/videos
  18. http://www.booksjadid.net/search/label/%D9%85%D9%83%D8%AA%D8%A8%D8%A9%20%D8%A7%D9%84%D9%86%D8%AD%D9%88%20%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%B5%D8%B1%D9%81?&max-results=40
  19. http://ceramahbuyayahya.wordpress.com/
  20. https://archive.org/details/BidayatulHidayahBuyaYahya https://archive.org/details/wafatnyarasulullah https://archive.org/details/RoshoNgantruTulungagung5Des2013 http://www.aswajacenter.com/page.php?halaman=1&page=audio_ulama&id_ulama=21&nama_ulama=Buyahttp://www.taklim.net/browse/categories_ustad/audios/z/21/5/Buya%20Yahya >> 454 MP3 DI WWW.ARCHIVE.ORG : https://archive.org/details/AL-HIKAM45MENIT >> 49 MP3 https://archive.org/details/MINHAJUL-ABIDIN >>50 MP3 https://archive.org/details/GOLONGANYANGTERTIPU-KAJIANBERSAMABUYAYAHYA >>14 MP3 https://archive.org/details/KAJIANAT-TIBYAN1434H >>15 MP3 https://archive.org/details/OASEIMANBUYAYAHYAFULL >>22 MP3 https://archive.org/details/MAJELIS-AHAD-PAGI >> 57 mp3 https://archive.org/details/TAFSIR-BUYA-YAHYA >> 42 mp3 https://archive.org/details/BidayatulHidayahBuyaYahya >> 7 MP3 https://archive.org/details/ITIKAFRAMADHANBUYAYAHYA >> 9 MP3 https://archive.org/details/KultumBUYAYAHYA >> 20 MP3 https://archive.org/details/PERJALANANMENUJUALLAHBERSAMABUYAYAHYA >> 29 MP3 https://archive.org/details/Tibyan2010BUYAYAHYA >> 12 MP3 https://archive.org/details/BENANGMERAH_20130503 >> 28 MP3 https://archive.org/details/KajianKitabAt-tibyaanFiiAadaabiHamalatilQuranAl-imamAn-nawawi >> 27 MP3 https://archive.org/details/KajianIslamBuyaYahya >> 6 MP3 https://archive.org/details/BUYALUARCIREBON >> 34 MP3 https://archive.org/details/ADAKAHTARAWEHYANGBIDAH >> 2 MP3 https://archive.org/details/CeramahBuyaYahya >> 29 MP3 https://archive.org/details/kajianumumbuyayahya >> 1 MP3 Internet Archive: Digital Library of Free Books, Movies, Music & Wayback Machine www.archive.org Kajian Kitab Al-Hikam, pembahasan Hikmah ke 167 – 172 Silahkan Download di : https://archive.org/details/BuyaYahyaSyarahHikam167-171

    Hikmah ke 167 : https://archive.org/download/BuyaYahyaSyarahHikam167-171/Buya%20Yahya%2C%20Syarah%20Hikam%20Ke%20167.mp3

    Hikmah ke 168 :https://archive.org/download/BuyaYahyaSyarahHikam167-171/Buya%20Yahya%2C%20Syarah%20Hikam%20Ke%20168.mp3

    Hikmah ke 169 : https://archive.org/download/BuyaYahyaSyarahHikam167-171/Buya%20Yahya%2C%20Syarah%20Hikam%20Ke%20169.mp3

    Hikmah ke 170 : https://archive.org/download/BuyaYahyaSyarahHikam167-171/Buya%20Yahya%2C%20Syarah%20Hikam%20Ke%20170.mp3

    Hikmah ke 171 : https://archive.org/download/BuyaYahyaSyarahHikam167-171/Buya%20Yahya%2C%20Syarah%20Hikam%20Ke%20171.mp3

    Hikmah ke 172 : https://archive.org/download/BuyaYahyaSyarahHikam167-171/Buya%20Yahya%2C%20Syarah%20Hikam%20Ke%20172.mp3

    “SILSILAH HARI AKHIR – PERHITUNGAN AMAL DIAKHIRAT”

    Belajar Bersama Buya Yahya & Ummi Fairuz. edisi Senin 19 Mei 2014

    Download di https://archive.org/download/pecintabuyayahya/belajar-bersama-buya-dan-ummi-2014-05-19-perhitungan-amal-diakhirat.mp3

  21. https://www.mediafire.com/folder/gmljm9udhas8o/KITAB_MAKNA#myfiles
  22. http://yusuf-batam.blogspot.com/2013/11/kitab-tafsir-ibnu-katsir-30-juz-bahasa.html
  23. MP3 KAJIAN RUTIN AM RAMADHAN NAN INDAH 1435H, Bersama Maulana Al Habib Syech bin Abdul Qodir As-segaf :

10 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa10Juli2014.mp3

11 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa11Juli2014.mp3

12 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa12Juli2014.mp3

13 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa13Juli2014.mp3

14 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa14Juli2014.mp3

15 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa15Juli2014.mp3

16 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa16Juli2014.mp3

17 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa17Juli2014.mp3

18 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa18Juli2014.mp3

19 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa19Juli2014.mp3

20 Juli 2014 : https://archive.org/download/Mp3rutinanramadhan/AhbaabulMusthofa20Juli2014.mp3

https://archive.org/download/RutinanAhbabulMusthofa10Sept2014/Rutinan%20Ahbabul%20Musthofa%2010%20sept%202014.mp3

http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.mediafire.com%2F%3Fcgjlu52p6ukqdx5&h=nAQEWW8at

https://archive.org/download/KalamSalaf09092014DuaPerangaiYangBaikDuaPerangaiYangBuruk/Kalam%20Salaf%2009-09-%202014%20-%20Dua%20Perangai%20Yang%20Baik%20%26%20Dua%20Perangai%20Yang%20Buruk.mp3

https://www.facebook.com/l.php?u=https%3A%2F%2Farchive.org%2Fdownload%2FAhbaabulMusthofa%2FAshuhu%2520Bada%2520-%2520ANNAJAH%2520KRAPYAK.mp3&h=SAQHL20BM

https://archive.org/download/KAJIANRUTINIHYAULUMUDDIN8SEPTEMBER2014BersamaHabibMuhammadAlhabsy/KAJIAN%20RUTIN%20IHYA’%20ULUMUDDIN%208%20SEPTEMBER%202014%20bersama%20Habib%20Muhammad%20alhabsy.mp3
https://archive.org/download/MajelisAlhidayahUsdH.soniParsono/Majelis%20alhidayah%20usd%20h.soni%20parsono.mp3
Video Habib Syech Abdul Qodir Assegaf Terbaru 2014 Live In Cirebon Full Non Stop Sholawatan.
Download : http://www.ssyoutube.com/watch?v=KC_tUixGrLI
View : http://www.youtube.com/watch?v=KC_tUixGrLI
Al Munsyidin – Eling Eling (Gus Wahid Mbolo) :https://archive.org/…/Al%20Munsyidin%20-%20Eling
Laailahaillallah (Eling-Eling) – AM SOLO RAYA :https://archive.org/…/Laailahaillallah%20%28Eling-Eling
Lailaha Ilallah (Eling-Eling) – ANNAJAH KRAPYAK :https://archive.org/…/Lailaha%20Ilallah%20%28Eling
Eling-Eling :
https://archive.org/download/AlMuQorrobin/Eling-eling.mp3
https://archive.org/download/MajelisArRaudhah15Agust2014/Majelis%20Ar-Raudhah%2015%20agust%202014.mp3
Habib Syech – Maulid simthudduror :https://archive.org/…/MAULID_SIMTUD_DURAR_%20HABIB
Ahlan wa Sahlan bin Nabi – HABIB SYECH :https://archive.org/…/AhlanWaSahlanBinNabi-HabibSyech.mp3
Ya Habib – HABIB SYECH : https://archive.org/…/ALBUMHABIB…/YaHabib-HabibSyech.mp3
Ya Habib (Versi 2) – HABIB SYECH (LIVE) : https://archive.org/…/YaHabibversi2-HabibSyechlive.mp3
ya Habibana – HABIB SYECH (LIVE) : https://archive.org/…/ALB…/YaHabibana-HabibSyechlive.mp3
Syi’ir Gus Dur : http://www.mediafire.com/…/An_Najaah_BS_Timoho_-_Syi’ir
Syi’iran gus dur – sholawat thoriqoh : https://archive.org/…/SyiiranGusDur-SholawatThoriqoh.mp3
https://archive.org/details/A.mSholawatullahiTaghsya2

Turi Putih : https://archive.org/…/YaaNabiNurFatoni/Turi-turiPutih.mp3
Turi Putih : http://www.mediafire.com/…/An_Najaah_-_Turi2_Putih_Amin
Turi Putih : http://www.mediafire.com/…/An_Najaah_-_Turi_Putih.mp3
https://archive.org/download/RJBersamaHabibTaufiqBaraqbah/RJ%20bersama%20Habib%20Taufiq%20Baraqbah.mp3
VIDEO KIRAB ULAMA, BANSER, DAN HADROH, TNI/ POLRI – 9 AGUSTUS 2014: http://www.youtube.com/watch?v=Mt2ONFcwhg8

VIDEO GELARAN AKBAR TABUH 5.000 REBANA DI ALUN-ALUN LOR SOLO – 9 AGUSTUS 2014: http://www.youtube.com/watch?v=6KZoSNCB4EM

MP3 REKAMAN TABUH 5.000 REBANA BERSAMA ALIM ULAMA, KYAI, UMARO, BANSER, TNI/ POLRI, DAN PULUHAN RIBU MUSLIMIN:https://archive.org/…/Raudhah%20dan%20DAN%20Majlis
https://archive.org/download/MajelisArRaudhah5Sept2014/Majelis%20Ar-Raudhah%205%20sept%202014.mp3
KUMPULAN MP3 CAKNUN (KYAI KANJENG)
Allahu allah : https://archive.org/download/caknun/Allahu%20allah.mp3
Antal adhim : https://archive.org/download/caknun/Antal%20adhim.mp3
Da’uni : https://archive.org/…/caknun/Cara%20memilih%20presiden.mp3
Duh gusti : https://archive.org/download/caknun/Da%27uni.mp3
Haji : https://archive.org/download/caknun/Duh%20gusti.mp3
Cara memilih presiden : https://archive.org/download/caknun/Haji.mp3
Jangan memberi anakmu sesuap nasi yang tidak pasti halal :https://archive.org/…/Jangan%20memberi%20anakmu
Jangan merendahkan diri terhadap uang :https://archive.org/…/Jangan%20merendahkan%20diri
Kebudayaan barat atau kebudayaan timur :https://archive.org/…/Kebudayaan%20barat%20atau
Kekebalan negatif dalam soal moralitas :https://archive.org/…/Kekebalan%20negatif%20dalam
Kesombongan : https://archive.org/download/caknun/Kesombongan.mp3
Kewajiban untuk mengendalikan :https://archive.org/…/Kewajiban%20untuk%20mengendalikan
Lebih baik anda jadi kafir :https://archive.org/…/Lebih%20baik%20anda%20jadi
Lemahnya legitimasi nilai dunia pendidikan :https://archive.org/…/Lemahnya%20legitimasi%20nilai
Memaknai shalawat tarhim :https://archive.org/…/Memaknai%20shalawat%20tarhim.mp3
Menyorong rembulan :https://archive.org/download/caknun/Menyorong%20rembulan.mp3
Pangkur Kerinduan :https://archive.org/download/caknun/Pangkur%20kerinduan.mp3
Penyembuhan bangsa :https://archive.org/download/caknun/Penyembuhan%20bangsa.mp3
Perbedaan pandangan mengenai moral :https://archive.org/…/Perbedaan%20pandangan%20mengenai
Renungan ilir-ilir : https://archive.org/download/caknun/Renungan%20ilir-ilir.mp3
Runtuhnya kontrol sosial :https://archive.org/…/Runtuhnya%20kontrol%20sosial.mp3
Satu orang munafik bisa jadi lebih merepotkan :https://archive.org/…/Satu%20orang%20munafik%20bisa
Sayang padaku : https://archive.org/download/caknun/Sayang%20padaku.mp3
Semau maumu : https://archive.org/download/caknun/Semau%20maumu.mp3
Sholawat Global :https://archive.org/download/caknun/Sholawat%20global.mp3
Tak kupintakan : https://archive.org/download/caknun/Tak%20kupintakan.mp3
Tarhim : https://archive.org/download/caknun/Tarhim.mp3
Tembang kematian :https://archive.org/download/caknun/Tembang%20kematian.mp3
Tidak mudah menentukan halal dan haram :https://archive.org/…/Tidak%20mudah%20menentukan
Tombo Ati : https://archive.org/download/caknun/Tombo%20ati.mp3
Wirid padhang mbulan :https://archive.org/…/caknun/Wirid%20padhang%20mbulan.mp3
Wirid penjagaan :https://archive.org/download/caknun/Wirid%20penjagaan.mp3
Yathayyibah : https://archive.org/download/caknun/Yathayyibah.mp3

DOWNLOAD MP3 Tuan Guru Ijai (Guru Zaini)
Ahmad Ya Habibi : http://www.mediafire.com/?4lm230t9gpmpccj
Alfa Sholalloh : http://www.mediafire.com/?j2e9cnu47lsmcdd
Allahu Allah : http://www.mediafire.com/?a1a17tibr0tq1wj
Allahu Allah.: http://www.mediafire.com/?78ilthmu5w9auls
Allohumma Sholli : http://www.mediafire.com/?x8llon4j81hpop8
Assalamu’alaik : http://www.mediafire.com/?i6hd55fxz51b536
Birosulillah : http://www.mediafire.com/?itckmk4o2u2y8xn
Birosulillah.: http://www.mediafire.com/?ej6gb4co7s0kr6a
Busyro Lana : http://www.mediafire.com/?fq759612hei1blc
Busyro Lana. : http://www.mediafire.com/?6m5htfo3jreeyvw
Fi Hawa : http://www.mediafire.com/?bb99kocwujz839d
Ghuroba’ : http://www.mediafire.com/?dec4dqd32c4drdd
Hama Qolbi : http://www.mediafire.com/?yftbfg9d3800gvw
Hama Qolbi.: http://www.mediafire.com/?jyn1kdo7nr86nsn
Hayyul Hadi : http://www.mediafire.com/?84h8bpne1fm237b
Hayyul Hadi.: http://www.mediafire.com/?sesla1ylainbbcd
Hubbun Nabi : http://www.mediafire.com/?nn3ds7i5qnwf77o
Huwannur (munajat) : http://www.mediafire.com/?mg5ty6fcjhjv5mv
Insyi’ta : http://www.mediafire.com/?dm4d8uxxeuvhd2x
Khobbiri : http://www.mediafire.com/?7fpg37t326t4fyj
Khobbiri.: http://www.mediafire.com/?8t9lnbw8bw74ttj
Mabrokal Yauma : http://www.mediafire.com/?3occzfzi9notkzc
Mahallul Qiyam : http://www.mediafire.com/?5u0gpb4bkvh8ssb
Mahallul Qiyam.: http://www.mediafire.com/?733wmd0pqw1uaqz
Mahallul Qiyam..: http://www.mediafire.com/?ux7mkcob9z1gho2
Mahallul Qiyam…: http://www.mediafire.com/?wmmjc957d554uap
Natawasal Bil Jalalah (munajat) : http://www.mediafire.com/?nnociol8mtxcw5e
Nurul Musthofa : http://www.mediafire.com/?7b5km9pby9zi9k8
Nurul Wujud : http://www.mediafire.com/?zb558bm4gxxsbb0
Qottamamalloh (munajat) : http://www.mediafire.com/?cueajz9rl2kuv9b
Shollallohu ‘Ala Muhammad : http://www.mediafire.com/?ex7awzlxl8f3z31
Siru Linailil Khoiri : http://www.mediafire.com/?64w4nuw3b4g7tfr
Thola’al Badru : http://www.mediafire.com/?sac9n4v4ten52pm
Ya Ahla Baiti Nabi (munajat) : http://www.mediafire.com/?u64s6xziq4z3p0z
Ya Habib : http://www.mediafire.com/?cmh00fxmsg7299l
Ya Imamarrus : http://www.mediafire.com/?45cv3ciia9ecs3i
Ya Khitamal Ambiya’ : http://www.mediafire.com/?gz910l5c6993n2x
Ya Nabinal Hadi : http://www.mediafire.com/?os6jhre7c2akd23
Ya Robba Makkah : http://www.mediafire.com/?ww58j9mwywle6n1
Ya Robbi Sholli ‘Ala Muhammad (no music) : http://www.mediafire.com/?3h2a6kegkp3kafd
Ya Rosulallohi Salamun’alaik : http://www.mediafire.com/?42ggpf71gmu47g1
Ya Sayyida Sadati : http://www.mediafire.com/?ig5ahw64lib5b03
Ya Sayyidi Ya Rosulalloh : http://www.mediafire.com/?4xk8z8oxgdvzk3h
Ya Sayyidi Ya Rosulalloh.: http://www.mediafire.com/?0jqd6c3ctj65okb

Pengumuman

bagi yang mau tanya tntang informasi pondok bisa tanya lewat FB

http://www.facebook.com/pondokpesantrenalasror.patemon

mungkin aga lama jawabnya masalahnya ga bisa update terus

Fadhilah Shalat Trawih

Shalat tarawih adalah bagian dari shalat nafilah (tathawwu’). Mengerjakannya disunnahkan secara berjama’ah pada bulan Ramadhan, dan sunnah muakkadah. Disebut tarawih, karena setiap selesai dari empat rakaat, para jama’ah duduk untuk istirahat.
Tarawih adalah bentuk jama’ dari tarwihah. Menurut bahasa berarti jalsah (duduk). Kemudian duduk pada bulan Ramadhan setelah selesai dari empat raka’at disebut tarwihah; karena dengan duduk itu, orang-orang bisa istirahat dari lamanya melaksanakan qiyam Ramadhan.
Bahkan para salaf bertumpu pada tongkat, karena terlalu lamanya berdiri. Dari situ, kemudian setiap empat raka’at, disebut tarwihah, dan kesemuanya disebut tarawih secara majaz.
Aisyah ditanya: “Bagaimana shalat Rasul pada bulan Ramadhan?” Dia menjawab,
“Beliau tidak pemah menambah -di Ramadhan atau di luarnya- lebih dari 11 raka’at. Beliau shalat empat rakaat, maka jangan ditanya tentang bagusnya dan lamanya. Kemudian beliau shalat 3 raka’at.” (HR Bukhari).
Kata � (kemudian), adalah kata penghubung yang memberikan makna berurutan, dan adanya jedah waktu.
Rasulullah shalat empat raka’at dengan dua kali salam, kemudian beristirahat. Hal ini berdasarkan keterangan Aisyah,
Adalah Rasulullah melakukan shalat pada waktu setelah selesainya shalat Isya’, hingga waktu fajar, sebanyak 11 raka’at, mengucapkan salam pada setiap dua raka’at, dan melakukan witir dengan satu raka’at. (HR Muslim).
Juga berdasarkan keterangan Ibn Umar, bahwa seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalat malam itu?” Beliau menjawab,
Yaitu dua raka’at-dua raka’at, maka apabila kamu khawatir shubuh, berwitirlah dengan satu raka’at. (HR Bukhari).
Dalam hadits Ibn Umar yang lain disebutkan:
Shalat malam dan siang dua raka’at-dua raka’at. (HR Ibn Abi Syaibah). 1
1 Fadhilah Shalat Tarawih
1.1 Hadits Abu Hurairah:
Barang siapa melakukan qiyam (lail) pada bulan Ramadhan, karena iman dan mencari pahala, maka diampuni untuknya apa yang telah lalu dari dosanya.
Maksud qiyam Ramadhan, secara khusus, menurut Imam Nawawi adalah shalat tarawih. Hadits ini memberitahukan, bahwa shalat tarawih itu bisa mendatangkan maghfirah dan bisa menggugurkan semua dosa; tetapi dengan syarat karena bermotifkan iman; membenarkan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala tersebut dad Allah. Bukan karena riya’ atau sekedar adat kebiasaan. 2
Hadits ini dipahami oleh para salafush shaalih, termasuk oleh Abu Hurairah sebagal anjuran yang kuat dari Rasulullah untuk melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih, tahajud, dan lain-lain). 3
1.2 Hadits Abdurrahman bin Auf
Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barangsiapa berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasta) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari is dilahirkan oleh ibunya. 4
Al Albani berkata, “Yang shahih hanya kalimat yang kedua saja, yang awal dha’if.” 5
1.3 Hadits Abu Dzar:
Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai is selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh). 6
Hadits ini sekaligus juga memberikan anjuran, agar melakukan shalat tarawih secara berjamaah dan mengikuti imam hingga selesai.
2 Shalat Tarawih Pada Zaman Nabi
Nabi telah melaksanakan dan memimpin shalat tarawih. Bahkan beliau menjelaskan fadhilahnya, dan menyetujui jama’ah tarawih yang dipimpin oleh sahabat Ubay bin Ka’ab. Berikut ini adalah dalil-dalil yang menjelaskan, bahwa shalat tarawih secara berjama’ah disunnahkan oleh Nabi, dan dilakukan secara khusyu’ dengan bacaan yang panjang.
2.1 Hadits Nu’man bin Basyir,
ia berkata:
Kami melaksanakan qiyamul lail (tarawih) bersama Rasulullah pada malam 23 bulan Ramadhan, sampai sepertiga malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam 25 Ramadhan (berakhir) sampai separoh malam. Kemudian beliau memimpin lagi pada malam 27 Ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur. 7
2.2 Hadits Abu Dzar,
ia berkata:
Kami puasa, tetapi Nabi tidak memimpin kami untuk melakukan shalat (tarawih), hingga Ramadhan tinggal tujuh hari lagi, maka Rasulullah mengimami karni shalat, sampai lewat sepertiga malam.
Kemudian beliau tidak keluar lagi pada malam ke enam. Dan pada malam ke lima, beliau memimpin shalat lagi sampai lewat separoh malam. Lalu kami berkata kepada Rasulullah, “Seandainya engkau menambah lagi untuk kami sisa malam kita ini?”, maka beliau bersada,
Barang siapa shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai. maka ditulis untuknya shalat satu malam (suntuk).
Kemudian beliau tidak memimpin shalat lagi, hingga Ramadhan tinggal tiga hari. Maka beliau memimpin kami shalat pada malam ketiga. Beliau mengajak keluarga dan istrinya. Beliau mengimami sampai kami khawatir tidak mendapat falah.
saya (perawi) bertanya, apa itu falah? Dia (Abu Dzar) berkata, “Sahur. ” 8
2.3 Tsa’labah bin Abi Malik Al Qurazhi berkata:
Pada suatu malam, di malam Ramadhan, Rasulullah keluar rumah, kemudian beliau melihat sekumplpulan orang di sebuah pojok masjid sedang melaksanakan shalat. Beliau lalu bertanya, Apa yang sedang mereka lakukan?”
Seseorang menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak membaca Al Qur’an, sedang Ubay bin Ka’ali ahli membaca Al Qur’an, maka mereka shalat (ma’mum) dengan shalatnya Ubay. ” Beliau lalu bersabda, “Mereka telah berbuat baik dan telah berbuat benar.” Beliau tidak membencinya. 9
3 Shalat Tarawih Pada Zaman Khulafa’ur Rasyidin
Para sahabat Rasulullah, shalat tarawih di masjid Nabawi pada malam-malam Ramadhan secara awza’an (berpencar-pencar).
Orang yang bisa membaca Al Qur’an ada yang mengimami 5 orang, ada yang 6 orang, ada yang lebih sedikit dari itu, dan ada yang lebih banyak. Az Zuhri berkata,
“Ketika Rasulullah wafat, orangorang shalat tarawih dengan cara seperti itu. Kemudian pada masa Abu Bakar, caranya tetap seperti itu; begitu pula awal khalifah Umar.”
Abdurrahman bin Abdul Qari’ berkata,
“Saya keluar ke masjid bersama Umar pada bulan Ramadhan. Ketika itu orang-orang berpencaran; ada yang shalat sendirian, dan ada yang shalat dengan jama’ah yang kecil (kurang dari sepuluh orang). Umar berkata,
‘Demi Allah, saya melihat (berpandangan), seandainya mereka saga satukan di belakang satu imam, tentu lebih utama,’
Kemudian beliau bertekad dan mengumpulkan mereka di bawah pimpinan Ubay bin Ka’ab. Kemudian saya keluar lagi bersama beliau pada malam lain. Ketika itu orang-orang sedang shalat di belakang imam mereka. Maka Umar berkata,’Ini adalah sebaik-baik hal baru.’
Dan shalat akhir malam nanti lebih utama dari shalat yang mereka kerjakan sekarang.”
Peristiwa ini terjadi pada tahun 14 H.
Umar mengundang para qari’ pada bulan Ramadhan, lalu memberi perintah kepada mereka agar yang paling cepat bacaanya membaca 30 ayat (3 halaman), dan yang sedang agar membaca 25 ayat, adapun yang pelan membaca 20 ayat (+ 2 halaman).
Al A’raj 10 berkata,
“Kami tidak mendapatt orang-orang, melainkan mereka sudah melaknat orang kafir (dalam do’a) pada bulan Ramadhan.”
la berkata,
“Sang qari’ (imam) membaca ayat Al Baqarah dalam 8 raka’at. Jika ia telah memimpin 12 raka’at, (maka) barulah orang-orang merasa kalau imam meringankan.”
Abdullah bin Abi Bakr berkata,
“Saya mendengar bapak saya berkata,’Kami sedang pulang dart shalat (tarawih) pada malam Ramadhan. Kami menyuruh pelayan agar cepat-cepat menyiapkan makanan, karena takut tidak mendapat sahur’. “
Saib bin Yazid (Wafat 91 H) berkata,
“Umar memerintah Ubay bin Ka’ab dan Tamim Ad Dari agar memimpin shalat tarawih pada bulan Ramadhan dengan 11 raka’at. Maka sang qari’ membaca dengan ratusan ayat, hingga kita bersandar pada tongkat karena sangat lamanya berdiri. Maka kami tidak pulang dart tarawih, melainkan sudah di ujung fajar.”) 11
4 Bilangan Raka’at Shalat Tarawih Dan Shalat Witir
Mengenai masalah ini, diantara para ulama salaf terdapat perselisihan yang cukup banyak (variasinya) hingga mencapai belasan pendapat, sebagaimana di bawah ini.
Sebelas raka’at (8 + 3 Witir), riwayat Malik dan Said bin Manshur.
Tigabelas raka’at (2 raka’at ringan + 8 + 3 Witir), riwayat Ibnu Nashr dan Ibnu Ishaq, atau (8 + 3 + 2), atau (8 + 5) menurut riwayat Muslim.
Sembilan belas raka’at (16 + 3).
Duapuluh satu raka’at (20 + 1), riwayat Abdurrazzaq
Duapuluh tiga raka’at (20 + 3), riwayat Malik, Ibn Nashr dan Al Baihaqi. Demikian ini adalah madzhab Abu Hanifah, Syafi’i, Ats Tsauri, Ahmad, Abu Daud dan Ibnul Mubarak.
Duapuluh sembilan raka’at (28 + 1).
Tigapuluh sembilan raka’at (36 + 3), Madzhab Maliki, atau (38 + 1).
Empatpuluh satu raka’at (38 + 3), riwayat Ibn Nashr dart persaksian Shalih Mawla Al Tau’amah tentang shalatnya penduduk Madinah, atau (36 + 5) seperti dalam Al Mughni 2/167.
Empatpuluh sembilan raka’at (40 + 9); 40 tanpa witir adalah riwayat dari Al Aswad Ibn Yazid.
Tigapuluh empat raka’at tanpa witir (di Basrah, Iraq).
Duapuluh empat raka’at tanpa witir (dart Said Ibn Jubair).
Enambelas raka’at tanpa witir.
5 Berapa Raka’at Tarawih Rasulullah?
Rasulullah telah melakukan dan memimpin shalat tarawih, terdiri dart sebelas raka’at (8 3). Dalilnya sebagai berikut.
Hadits Aisyah: ia ditanya oleh Abu Salamah Abdur Rahman tentang glyamui lailnya Rasul pada bulan Ramadhan, ia menjawab:
Sesungguhnya beliau tidak pernah menambah pada bulan Ramadhan, atau pada bulan lainnya. lebih dari sebelas raka’at. (HR Bukhari, Muslim).
Ibn Hajar berkata,
“Jelas sekali, bahwa hadits ini menunjukkan shalatnya Rasul (adalah) sama semua di sepanjang tahun.”
Hadits Jabir bin Abdillah ia berkata:
Rasulullah shalat dengan kami pada bulan Ramadhan 8 raka’at dan witir. Ketika malam berikutnya, kami berkumpul di masjid dengan harapan beliau shalat dengan kami.
Maka kami terus berada di masjid hingga pagi, kemudian kami masuk bertanya, “Ya Rasulullah, tadi malam kami berkumpul di masjid, berharap anda shalat bersama kami,” maka beliau bersabda, “Sesungguhnya aku khawatir diwajibkan atas kalian. ” 12
Pengakuan Nabi tentang 8 raka’at dan 3 witir.
Ubay bin Ka’ab datang kepada Rasulullah, lalu berkata,”Ya Rasulullah, ada sesuatu yang saya kerjakan tads malam (Ramadhan). Beliau bertanya,”Apa itu, wahai Ubay?”
la menjawab,”Para wanita di rumahku berkata,’Sesungguhnya kami ini tidak membaca Al Qur’an. Bagaimana kalau kami shalat dengan shalatmu?’ Ia berkata,”Maka saya shalat dengan mereka 8 raka’at dan witir.
Maka hal itu menjadi sunnah yang diridhai. Beliau tidak mengatakan apa-apa.” 13
Adapun hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Rasulullah shalat tarawih dengan 20 raka’at, maka haditsnya tidak ada yang shahih. 14
6 Berapa Rakaat Tarawih Sahabat dan Tabi’in Pada Masa Umar
Ada beberapa riwayat shahih tentang bilangan raka’at shalat tarawih para sahabat pada zaman Umar 43 . Yaitu: 11 raka’at, 13 raka’at, 21 raka’at, dan 23 raka’at. Kemudian 39 raka’at juga shahih, pada masa Khulafaur Rasyidin setelah Umar; tetapi hal ini khusus di Madinah. Berikut keterangan pada masa Umar
Sebelas raka’at.
Umar memerintahkan kepada Ubay dan Tamim Al Dari untuk shalat 11 raka’at. Mereka membaca ratusan ayat, sampai makmum bersandar pada tongkat karena kelamaan dan selesai hampir Subuh. Demikian ini riwayat Imam Malik dari Muhammad bin Yusuf dari Saib Ibn Yazid
Imam Suyuthi dan Imam Subkhi menilai, bahwa hadits ini sangat shahih ( � �� ���). Syaikh Al Albani juga menilai, bahwa hadits ini shahih sekali ( �� ��).
Tigabelas raka’at
Semua perawi dari Muhammd Ibn Yusuf mengatakan 11 raka’at, kecuali Muhammad Ibn Ishaq. Ia berkata 13 raka’at (HR Ibn Nashr), akan tetapi hadts ini sesuai dengan hadits ‘Aisyah yang mengatakan 11 raka’at.
Hal ini bisa dipahami, bahwa termasuk dalam bilangan itu ialah 2 raka’at shalat Fajar, atau 2 raka’at pemula yang ringan, atau 8 raka’at ditambah 5 raka’at Witir.
Duapuluh raka’at (ditambah 1 atau 3 raka’at Witir).
Abdur Razzaq meriwayatkan dart Muhammad Ibn Yusuf dengan lafadz “21 raka’at” (sanad shahih).
Al Baihaqi dalam As Sunan dan Al Firyabi dalam Ash Shiyam meriwayatkan dart jalur Yazid Ibn Khushaifah dart Saib Ibn Yazid, bahwa – mereka- pada zaman Umar di bulan Ramadhan shalat tarawih 20 raka’at. Mereka membaca ratusan ayat, dan bertumpu ‘pada tongkat pada zaman Utsman, karena terlalu lama berdiri.
Riwayat ini dishahihkan oleh Imam Al Nawawi, Al Zaila’i, Al Aini, Ibn Al Iraqi, Al Subkhi, As Suyuthi, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, dan lain-lain.
Sementara itu Syaikh Al Albani menganggap, bahwa dua riwayat ini bertentangan dengan riwayat sebelumnya, tidak bisa dijama’ (digabungkan). Maka beliau memakai metode tarjih (memilih riwayat yang shahih dan meninggalkan yang lain).
Beliau menyatakan, bahwa Muhammad Ibn Yusuf perawi yang tsiqah tsabt (sangat terpercaya), telah meriwayatkan dart Saib Ibn Yazid 11 raka’at. Sedangkan Ibn Khushaifah yang hanya pada peringkat tsiqah (terpercaya) meriwayatkan 21 raka’at. Sehingga hadits Ibn Khushaifah ini -menurut beliau- adalah syadz (asing, menyalahi hadits yang lebih shahih). 15
Perlu diketahui, selain Ibn Khushaifah tadi, ada perawi lain, yaitu Al Harits Ibn Abdurrahman Ibn Abi Dzubab yang meriwayatkan dart Saib Ibn Yazid, bahwa shalat tarawih pada masa Umar 23 raka’at. (HR Abdurrazzaq). 16
Selanjutnya 23 raka’at diriwayatkan juga dari Yazid Ibn Ruman secara mursal, karena ia tidak menjumpai zaman Umar.
Yazid Ibn Ruman adalah mawla (mantan budak) sahabat Zubair Ibn Al Awam (36 H), ia salah seorang qurra’ Madinah yang tsiqat tsabt (meninggal pada tahun 120 atau 130 H). Ia memberi pernyataan, bahwa masyarakat (Madinah) pada zaman Umar telah melakukar qiyam Ramadhan dengan bilangan 23 raka’at, 17
7 Bagaimana Jalan Keluarnya?
Jumhur ulama mendekati riwayat-riwayat di atas dengan metode al jam’u, bukan metode at tarjih, sebagaimana yang dipilih oleh Syaikh Al Albani. Dasar pertimbangan jumhur adalah:
Riwayat 20 (21, 23) raka’at adalah shahih.
Riwayat 8 (11, 13) raka’at adalah shahih.
Fakta sejarah menurut penuturan beberapa tabi’in dan ulama salaf.
Menggabungkan riwayat-riwayat tersebut adalah mungkin, maka tidak perlu pakai tarjih, yang konsekuensinya adalah menggugurkan salah satu riwayat yang shahih.
8 Beberapa Kesaksian Pelaku Sejarah
Imam Atho’ Ibn Abi Rabah mawla Quraisy, 18 lahir pada masa Khilafah Utsman (antara tahun 24 H sampai 35 H), yang mengambil ilmu dari Ibn Abbas, (wafat 67 / 68 H), Aisyah dan yang menjadi mufti Mekkah setelah Ibn Abbas hingga tahun wafatnya 114 H, memberikan kesaksian:
“Saya telah mendapati orang-orang (masyarakat Mekkah) pada malam Ramadhan shalat 20 raka’at dan 3 raka’at witir.” 19
Imam Nafi’ Al Qurasyi, 20 telah memberikan kesaksian sebagai berikut:
“Saya mendapati orang-orang (masyarakat Madinah); mereka shalat pada bulan Ramadhan 36 raka’at dan witir 3 raka’at.” 21
Daud Ibn Qais bersaksi,
“Saya mendapati orang-orang di Madinah pada amasa pemerintahan Aban Ibn Utsman Ibn Affan Al Umawi (Amir Madinah, wafat 105 H) dan Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz (Al Imam Al Mujtahid, wafat 101 H) melakukan qiyamulail (Ramadhan) sebanyak 36 raka’at ditambah 3 witir.” 22
Imam Malik Ibn Anas (wafat 179 H) yang menjadi murid Nafi’ berkomentar,
“Apa yang diceritakan oleh Nafi’, itulah yang tetap dilakukan oleh penduduk Madinah. Yaitu apa yang dulu ada pada zaman Utsman Ibn Affan. 23
Imam Syafi’i, 24 mengatakan,
“Saya menjumpai orang-orang di Mekkah. Mereka shalat (tarawih, red.) 23 raka’at. Dan saya melihat penduduk Madinah, mereka shalat 39 raka’at, dan tidak ada masalah sedikitpun tentang hal itu.” 25
9 Beberapa Pemahaman Ulama Dalam Menggabungkan Riwayat-Riwayat Shahih Di Atas
Imam Syafi’i, setelah meriwayatkan shalat di Mekkah 23 raka’at dan di Madinah 39 raka’at berkomentar,
“Seandainya mereka memanjangkan bacaan dan menyedikitkan bilangan sujudnya, maka itu bagus. Dan seandainya mereka memperbanyak sujud dan meringankan bacaan, maka itu juga bagus; tetapi yang pertama lebih aku sukai.” 26
Ibn Hibban (wafat 354 H) berkata,
“Sesungguhnya tarawih itu pada mulanya adalah 11 raka’at dengan bacaan yang sangat pan fang hingga memberatkan mereka. Kemudian mereka meringankan bacaan dan menambah bilangan raka’at, menjadi 23 raka’at dengan bacaan sedang. Setelah itu mereka meringankan bacaan dan menjadikan tarawih dalam 36 raka’at tanpa with.” 27
Al Kamal Ibnul Humam mengatakan,
“Dalil-dalil yang ada menunjukkan, bahwa dari 20 raka’at itu, yang sunnah adalah seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi, sedangkan sisanya adalah mustahab.” 28
Al Subkhi berkata,
“Tarawih adalah termasuk nawafil. Terserah kepada masing-masing, ingin shalat sedikit atau banyak. Boleh jadi mereka terkadang memilih bacaan panjang dengan bilangan sedikit, yaitu 11 raka’at. Dan terkadang mereka memilih bilangan raka’at banyak, yaitu 20 raka’at daripada bacaan panjang, lalu amalan ini yang terus berjalan.” 29
Ibn Taimiyah berkata,
“Ia boleh shalat tarawih 20 raka’at sebagaimana yang mashur dalam madzhab Ahmad dan Syafi’i. Boleh shalat 36 raka’at sebagaimana yang ada dalam madzhab Malik. Boleh shalat 11 raka’at, 13 raka’at. Semuanya baik. Jadi banyaknya raka’at atau’ sedikitnya tergantung lamanya bacaan dan pendeknya.”
Beliau juga berkata,
“Yang paling utama itu berbeda-beda sesuai dengan perbedaan orang yang shalat. Jika mereka kuat 10 raka’at ditambah witir 3 raka’at sebagaimana yang diperbuat oleh Rasul di Ramadhan dan di luar Ramadhan- maka ini yang lebih utama. Kalau mereka kuat 20 raka’at, maka itu afdhal dan inilah yang dikerjakan oleh kebanyakan kaum muslimin, karena ia adalah pertengahan antara 10 dan 40.
Dan jika ia shalat dengan 40 raka’at, maka boleh, atau yang lainnya juga boleh. Tidak dimaksudkan sedikitpun dari hal itu, maka barangsiapa menyangka, bahwa qiyam Ramadhan itu terdiri dari bilangan tertentu, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, maka ia telah salah.” 30
Al Tharthusi (451-520 H) berkata,
Para sahabat kami (Malikiyah) menjawab dengan jawaban yang benar, yang bisa menyatukan semua riwayat. Mereka berkata,
“Mungkin Umar pertama kali memerintahkan kepada mereka 11 raka’at dengan bacaan yang amat panjang. Pada raka’at pertama, imam membaca sekitar dua ratus ayat, karena berdiri lama adalah yang terbaik dalam shalat.
Tatkala masyarakat tidak lagi kuat menanggung hal itu, maka Umar memerintahkan 23 raka’at demi meringankan lamanya bacaan. Dia menutupi kurangnya keutamaan dengan tambahan raka’at. Maka mereka membaca surat Al Baqarah dalam 8 raka’at atau 12 raka’at sesuai dengan hadits al a’raj tadi.”
Telah dikatakan, bahwa pada waktu itu imam membaca antara 20 ayat hingga 30 ayat. Hal ini berlangsung terus hingga yaumul Harrah, 31 maka terasa berat bagi mereka lamanya bacaan. Akhirnya mereka mengurangi bacaan dan menambah bilangannya menjadi 36 raka’at ditambah 3 witir. Dan inilah yang berlaku kemudian.
Bahkan diriwayatkan, bahwa yang pertama kali memerintahkan mereka shalat 36 raka’at ditambah dengan 3 witir ialah Khalifah Muawiyah Ibn Abi Sufyan (wafat 60 H). Kemudian hal tersebut dilakukan terus oleh khalifah sesudahnya.
Lebih dari itu, Imam Malik menyatakan, shalat 39 raka’at itu telah ada semenjak zaman Khalifah Utsman. Kemudian Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz (wafat 101 H) memerintahkan agar imam membaca 10 ayat pada tiap raka’at.
Inilah yang dilakukan oleh para imam, dan disepakati oleh jama’ah kaum muslimin, maka ini yang paling utama dari segi takhfif (meringankan). 32
Ada juga yang mengatakan, bahwa Umar memerintahkan kepada dua sahabat, yaitu “Ubay bin Ka’ab 45 dan Tamim Ad Dad, agar shalat memimpin tarawih sebanyak 11 raka’at, tetapi kedua sahabat tersebut akhirnya memilih untuk shalat 21 atau 23 raka’at. 33
Al Hafidz Ibn Hajar berkata,
“Hal tersebut dipahami sebagai variasi sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan manusia. Kadang-kadang 11 raka’at, atau 21, atau 23 raka’at, tergantung kesiapan dan kesanggupan mereka. Kalau 11 raka’at, mereka memanjangkan bacaan hingga bertumpu pada tongkat. Jika 23 raka’at, mereka meringankan bacaan supaya tidak memberatkan jama’ah. 34
Imam Abdul Aziz Ibn Bazz mengatakan:
“Diantara perkara yang terkad nng samar bagi sebagian orang adalah shalat tarawih Sebagian mereka mengira, bahwa tarawih tidak boleh kurang dari 20 raka’at. Sebagian lain mengira, bahwa tarawih tidak boleh lebih dari 11 raka’at atau 13 raka’at. Ini semua adalah persangkaan yang tidak pada tempatnya, bahkan salah; bertentangan dengan dalil.
Hadits-hadits shahih dari Rasulullah telah menunjukkan, bahwa shalat malam itu adalah muwassa’ (lelunsa, lentur, fleksibei). Tidak ada batasan tertentu yang kaku. yang tidak boleti dilanggar.
Bahkan telah shahih dari Nabi, bahwa beliau shalat malam 11 raka’at, terkadang 13 raka’at, terkadang lebih sedikit dari itu di Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Ketika ditanya tentang sifat shalat malam, beliau menjelaskan:
dua rakaat-dua raka’at, apabila salah seorang kamu khawatir subuh, maka shalatlah satu raka’at witir, menutup shalat yang ia kerjakan. ” (HR Bukhari Muslim).
Beliau tidak membatasi dengan raka’at-raka’at tertentu, tidak di Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Karena itu, para sahabat pada masa Umar di sebagian waktu shalat 23 raka’at dan pada waktu yang lain 11 raka’at. Semua itu shahih dari Umar dan para sahabat pada zamannya.
Dan sebagian salaf shalat tarawih 36 raka’at ditambah witir 3 raka’at. Sebagian lagi shalat 41 raka’at. Semua itu dikisahkan dari mereka oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiyah dan ulama lainnya. Sebagaimana beliau juga menyebutkan, bahwa masalah ini adalah luas (tidak sempit).
Beliau juga menyebutkan, bahwa yang afdhal bagi orang yang memanjangkan bacaan, ruku’. sujud, ialah menyedikitkan bilangan raka’at(nya). Dan bagi yang meringankan bacaan, ruku’ dan sujud (yang afdhal) ialah menambah raka’at(nya). Ini adalah makna ucapan beliau.
Barang siapa merenungkan sunnah Nabi, ia pasti mengetahui, bahwa yang paling afdhal dari semi In itu ialah 11 raka’at atau 13 raka’at. di Ramadhan atau di luar Ramadhan.
Karena hal itu yang sesuai dengan perbuatan Nabi dalam kebiasaannya. Juga karena lebih ringan bagi jama’ah. Lebih dekat kepada khusyu’ dan tuma’ninah. Namun, barangsiapa menambah (raka’at), maka tidak mengapa dan tidak makruh, seperti yang telah talu.” 35
10 Kesimpulan
Maka berdasarkan paparan di atas, saya bisa mengambil kesimpulan, antara lain:
Shalat tarawih merupakan bagian dari qiyam Ramadhan, yang dilakukan setelah shalat Isya’ hingga sebelum fajar, dengan dua raka’at salam dua raka’at salam.
Shalat tarawih memiliki keutamaan yang sangat besar. Oleh karena itu, Nabi menganjurkannya -dan para sahabat pun menjadikannya- sebagai syiar Ramadhan.
Shalat tarawih yang lebih utama sesuai dengan Sunnah Nabi, yaitu bilangannya 11 raka’at. Inilah yang lebih baik. Seperti ucapan Imam Malik,
“Yang saya pilih untuk diri saya dalam qiyam Ramadhan, ialah shalat yang diperintahkan oleh Umar, yaitu 11 raka’at, yaitu (cara) shalat Nabi. Adapun 11 adalah dekat dengan 13.” 36
Perbedaan tersebut bersifat variasi, lebih dari 11 raka’at adalah boleh, dan 23 raka’at lebih banyak diikuti oleh jumhur ulama, karena ada asalnya dari para sahabat pada zaman Khulafaur Rasyidin, dan lebih ringan berdirinya dibanding dengan 11 raka’at.
Yang lebih penting lagi adalah prakteknya harus khusyu’, tuma’ninah. Kalau bisa lamanya sama dengan tarawihnya ulama salaf, sebagai pengamalan hadits “Sebaik-baik shalat adalah yang panjang bacaanya”.
Semoga tulisan ini bermanfaat. Jika benar, maka itu dari Allah. Dan jika salah, maka itu murni dari al faqir. Ya Allah bimbinglah kami kepada kecintaan dan ridhaMu. Dan antarkanlah kami kepada Ramadhan dengan penuh aman dan iman, keselamatan dan Islam.
Maraji’
Shahih Bukhari.
Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Bandung.
Sunan Abu Daud, Baitul Afkar Ad Dauliyah, Amman, Yordan.
Sunan Tirmidzi, Baitul Afkar Ad Dauliyah, Amman, Yordan.
Sunan Ibn Majah, Baitul Afkar Ad Dauliyah, Amman, Yordan.
Sunan Nasa’i, Baitul Afkar Ad Dauliyah, Amman, Yordan.
Al Majmu’, An Nawawi, Darul Fikr.
Fath Al Aziz, Ar Rafi’i, Darul Fikr (dicetak bersama Al Majmu’).
At Tamhid, lbn Abdil Barr, tahgiq Muhammad Abdul Qadir Atha, Maktabah Abbas Ahmad Al Bazz, Mekkah.
Fathul Bari, Ibn Hajar, targim Muhammad Fuad Abdul Baqi.
Asy Syarhul Kabir, Ibn Qudamah, tahgiq Dr. Abdullah At Turkiy, Hajar, Jizah.
Al Hawadits Wal Bida’, Abu Bakar Ath Tharthusi, tahgiq Abdul Majid Turki, Darul Gharb Al Islami.
Tanbihul Ghafilin, As Samarqandi, tahgiq Abdul Aziz Al Wakil, Darusy Syuruq, Jeddah
Al Hawi Li AI Fatawa, As Suyuthi, Darul Fikr, Beirut.
Shalat At Tarawih, Al Alban!, Al Maktab Al Islami, Beirut.
Fatwa Lajnah Daimah, tartib Ahmad Ad Duwaisi, tartib Adil Al Furaidan.
AI Muntaqa Min Fatawa Al Fawzan.
Al Ijabat Al Bahiyyah, Al Jibrin, i’dad dan tahrij oleh Saad As Sa’dan, Darul Ashimah, Riyadh.
Majalis Ramndhan, Ibn Utsaimin.
Faidh Al Rahim, Ath Thayyar, Maktabah At Taubah, Riyadh.
Ash Shalah, Ath Thayyar, Darul Wathan, Riyadh.
Durus Ramadhan, Salman Al Audah, Darul Wathan, Riyadh.
Majmu’ Fatawa, Ibn Taimiyah.
Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq, Darul Fikr, Beirut.
Al Fatawa Al Haditsiyah, Ibn Hajar Al-Haitsami.
Catatan Kaki
…1
Ash Shalah, 309; At Tamhid, 5/251; Al Hawadits, 140-143; Fathul Bari, 4/250; Al Ijabat Al Bahiyyah, 18; Al Muntaqa, 4/49-51.
…2
Fathul Bari 4/251; Tanbihul Ghafilin 357-458; Majalis Ramadhan, 58; At Tamhid, 3/320; AI Ijabat Al Bahiyyah, 6.
…3
At Tamhid, 3/311-317: Sunan Abi Daud, 166.
…4
HR Ahmad, Ibnu Majah. Al Bazzar, Abu Ya’la dan Abdur Razzaq meriwayatkannya dari Abu Hurairah.
…5
Lihat Sunan lbn Majah, 146,147; Al Ijabat Al Bahiyyah, 8-10.
…6
HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa’i, dan lain-lain, Hadits shahih. Lihat Al ljabat Al Bahiyyah, 7.
.7
HR. Nasa’i, Ahmad, Al Hakim. (hadits ini) shahih.
…8
HR Nasai, Tirmidzi, Ibn Majah, Abu Daud, Ahmad. (hadits ini) shahih.
…9
HR Abu Daud dan Al Baihaqi, ia berkata: Mursal hasan. Syaikh Al Albani berkata,
“Telah diriwayatkan secara mursal dari jalan lain dari Abu Hurairah, dengan sanad yang tidak bermasalah (bisa diterima).” (Shalat At Tarawih, 9).
…10
seorang tabi’in Madinah, wafat 117 H.
…11
Fathul Bari, 4/250-254; Shalat At Tarawih, 11; Al ljabat Al Bahiyyah, 15-18; Al Majmu’, 4/34.
.12
HR Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah, dihasankan oleh Al Albani. Shalat At Tarawih, 18; Fath Al Aziz 4/265.
…13
HR Abu Ya’la, Thabrani dan Ibn Nashr, dihasankan oleh Al Haitsami dan Al Albani. Lihat Shalat At-Tarawih, 68.
…14
Fathul Bari, 4/254; Al Hawi. 1/413; Al Fatawa Al Haditsiyah, 1.195: Shalat At Tarawih, 19-21.
.15
Al Majmu’, 4/32; Shalat At Tarawih, 46; Al Ijabat Al Bahiyyah. 16-18.
…16
Lihat At Tamhid 3/518-519.
…17
HR Malik, Al Firyabi, Ibn Nashr dan Al Baihaqi. Lihat Shalat At Tarawih, 53; Al Ijabat Al Bahiyyah, 16; At Tamhid, 9/332, 519; Al Hawadits, 141.
.18
mawla Quraisy
budak yang dimerdekakan oleh Quraisy.
…19
Fathul Bari, 4/235.
…20
mawla (mantan budak) Ibn Umar (wafat 73 H), mufti Madinah yang mengambil ilmu dari Ibn Umar, Abu Said, Rail’ Ibn Khadij, Aisyah, Abu Hurairah dan Ummu Salamah, yang dikirim oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz ke Mesir sebagai da’i dan meninggal di Madinah pada tahun 117 H.
…21
Al Hawadits, 141; Al Hawi, 1/415.
…22
Fathul Bari, 4/253.
…23
Al Hawadits, 141.
…24
murid Imam Malik yang hidup antara tahun 150 hingga 204 H.
…25
Sunan Thmidzi, 151; Fath Al Aziz, 4/266; Fathul Bari, 4/23.
…26
Fathul Bari, 4/253.
…27
Fiqhus Sunnah, 1/174.
…28
Ibid, 1/175.
…29
Al Hawi, 1/417.
…30
Majmu’ Al Fatawa, 23/113; Al Ijabat Al Bahiyyah, 22; Faidh Al Rahim Al Kalman, 132; Durus Ramadhan, 48.
…31
yaumul Harrah
penyerangan terhadap Madinah oleh Yazid Ibn Mu’awiyyah, tahun 60 H.
…32
Lihat Al Hawadits, 143-145.
…33
Durus Ramadhan, 47.
…34
Fathul Bari, 4/253.
…35
Al Ijabat Al Bahiyyah, 17-18. Lihat juga Fatawa Lajnah Daimah, 7/194-198.
…36
Al Hawadits, 141.
Arti Tarawih
Sesungguhnya arti Tarawih adalah Bersenang-senang dalam lughat bahasa arab. Sembahyang Tarawih berarti adalah sembahyang dengan senang hati dilakukannya sesudah sembahyang Isya. Selain itu sembahyang Tarawih mempunyai arti diberi kelonggaran waktunya dan bilangan rakaatnya dengan segala senang hati.
Fadhilah (Keutamaan) Shalat Tarawih
Hadits dari Sayidina Ali bin Abi Thalib R.D.A, beliau berkata:
Rasulullah SAW telah ditanya dari hal keutamaan pahala sembahyang tarawih, dan Rasulullah menjawab bahwa pada masing-masing malam memiliki keutamaan:
(disini yang saya tuliskan hanya arti dari masing2 hadits, untuk lebih jelasnya terdapat didalam kitab Durrotun Naashihiin oleh ustadz Utsman bin Hasan bin Ahmad Alkhobowi, hal 18)
Malam ke-1
Orang tsb keluar dari dosanya seperti dihari ia dilahirkan oleh ibunya
Malam ke-2
Diampuni dosanya bagi ibu bapaknya jika keduanya orang mu’min
Malam ke-3
Menyeru malaikat yang berada di bawah arasy: ”Tingkatkanlah beramal! Allah akan mengampuni apa yang telah engkau perbuat dari dosamu itu”
Malam ke-4
Baginya pahala seperti membaca Taurat, Zabur,Injil dan AlQuran
Malam ke-5
Allah berikan dia pahala seperti orang sembahyang di Masjidil Haram, di Masjid Madinah dan Masjidil Aqso
Malam ke-6
Allah berikan ia pahala orang yang Thawaf di Baitul Ma’mur (yang berada dilangit ketujuh) dan akan memintakan ampun dosanya tiap-tiap batu dan butir pasir
Malam ke-7
Mendapat pahala seperti membantu perjuangan Nabi Musa a.s, serta menolongnya mengalahkan fira’un dan Haman.
Malam ke-8
Allah Ta’ala karuniakan dia seperti apa yang dikaruniakan kepada Nabi Ibrahim a.s
Malam ke-9
Mendapat pahala seperti ibadat Nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT
Malam ke-10
Allah Ta’ala karuniakan kebajikannya banyak didunia dan akhirat
Malam ke-11
Ke luar ia dari dunia (wafat) seperti hari ia dilahirkan dari perut ibunya
Malam ke-12
Datang bangkit dihari kiamat sedang mukanya bercahaya seperti bulan di malam tanggal empat belas hari (bulan purnama)
Malam ke-13
Datang di hari kiamat aman dari tiap-tiap keburukan
Malam ke-14
Datang para malaikat menjadi saksi baginya bahwa ia betul melakukan sembahyang tarawih. Maka karena itu ia tidak dikenakan hisab di hari kiamat.
Malam ke-15
Mendoakan para malaikat yang menanggung arsy dan kursi
Malam ke-16
Allah tuliskan baginya aman dari api neraka, dan diberi kebebasan untuk masuk surga
Malam ke-17
Diberi pahala seperti pahala para Nabi.
Malam ke-18
Menyeru malaikat padanya ” Hai hamba Allah! Sesungguhnya Allah betul-betul telah meridhai-mu dan kepada ibu bapakmu”
Malam ke-19
Allah meninggikan derajatnya di surga firdaus
Malam ke-20
Diberikan dia pahala syuhada dan orang-orang shalih.
Malam ke-21
Allah Ta’ala buatkan untuknya sebuah rumah dari cahaya di dalam surga
Malam ke-22
Orang tsb datang di hari kiamat aman dari tiap-tiap macam duka cita dan kekuatiran
Malam ke-23
Allah Ta’ala buatkan dia sebuah kota di dalam surga
Malam ke-24
Adalah baginya tersedia duapuluh empat macam doa mustajaabah
Malam ke-25
Allah Ta’ala mengangkat siksaan dari dalam kuburnya
Malam ke-26
Allah tiongkatkan pahala ibadat 40 tahun
Malam ke-27
Orang tersebut melintas di atas shirat di hari kiamat seperti kilat
Malam ke-28
Allah tinggikan pangkatnya di dalam surga seribu derajat
Malam ke-29
Allah berikan pahala 1000 haji yang maqbul
Malam ke-30
Allah berfirman nanti kepadanya ” Ya hambaKu!Silahkan engkau makan buah-buahan surga dan mandilah air sungai ”Salsabil” dan minumlah air telaga ”Alkautsar” Aku ini Tuhanmu, dan engkau adalah hambaKu”
Demikian teman-teman, tentang kebesaran fadhilah sembahyang tarawih dari awal bulan ramadhan sampai yang paling akhir.
”Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa kita semua dan melimpahkan segala berkahnya di bulan yang suci dan indah ini……” Amien Ya Rabbal Alamien
Dari salah satu sumber terpercaya yang merupakan rangkuman dari kumpulan kitab-kitab para alim ulama seperti:
1. Ihya’ Ulumuddin (Imam Ghozali)
2. Al-Adzkaar (Syaikhul Islam Muhyiddin Abu Zakariya Yahya Addamsiqy Asy-Syafi’ie)
3. Durrotun – Naashihiin (oleh ustadz Utsman bin Hasan bin Ahmad Alkhobowi)
Dan yang pasti adalah Tafsir AlQuranul Karim, dirangkum apik dalam buku SEMBAHYANG TARAWIH dari Penerbit M.A Jaya- Jakarta
FADHILAH SHALAT TARAWIH
{ Oktober 22, 2007 @ 12:43 pm } · { Seputar agama }
{ }
Shalat tarawih di bulan ramadan hukumnya sunnah muakkad bagi umat islam .Oleh sebab itu usahakan kita jangan sampai meninggalkan bulan ramadan .Dibawah ini adalah fadhilah / pahala salat tarawih tiap malamnya:
Malam ke-1 : Orang mu’min diampuni dosanya ,bersih seperti bayi lahir dari kandungan ibunya
Malam ke-2 :Allah mengampuni dosa kita dan kedua orang tua(Bapak-ibu)kita
Malam ke-3 :Malaikat memanggil dari alam ‘Arasy,berseru:”Segeralah kamu beramal,Allah mengampuni dosa-dosamu terdahulu”
Malam ke-4 iberi pahala Sebanyak membaca Taurat,Injil,Zabur,Al-Qur’an
Malam ke-5 iberi pahala sebanyak shalat di Masjidil haram,Masjidil Aqsha,dan Masjid Nabawi
Malam ke-6 iberi pahala sebanyak pahala tawaf di Baitul Makmur,dan setiap batu-batuan dan Tanah liat beristighfar untuknya
Malam ke-7 :Seolah-olah bertemu Nabi Musa berjuang bersama melawan Firaun dan Haman
Malam ke-8 iberi segala apa yang diterima oleh Nabi Ibrahim
Malam ke-9 :Seolah-olah beribadah seperti yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW
Malam ke-10 iberi kebaikan dunia akhirat
Malam ke-11 :Bakal meniggal dunia bersih dari segala dosa seperti bayi yang baru dilahirkan
Malam ke-12 :Wajah kita akan bercahaya seperti bulan purnama dihari kiamat
Malam ke-13 :Kelak dihari kiamat akan aman dari segala kejahatan
Malam ke-14 ibebaskan dari hisab,dan para malaikat memberi kesaksian atas ibadah tarawih kita
Malam ke-15 :malaikat bersholawat pada kita,penaggung ‘Arasy dan kursi
Malam ke-16 ibebaskan dari segala siksa neraka dan bebas pula masuk surga
Malam ke-17 iberi pahala yang diterima para nabi
Malam ke-18 : Malaikat memanggil “Ya hamba Allah,engkau dan kedua orang tuamu telah diridhoi oleh Allah SWT
Malam ke-19 itinggikan derajatnya di surga Firdaus
Malam ke-20 iberi pahala syuhadak dan sholihin
Malam ke-21 ibangunkan sebuah gedung Nur di surga
Malam ke-22 :Akan aman dihari kiamat dari bencana yang menyedihkan dan menggelisahkan
Malam ke-23 : Dibangunkan sebuah kota di surga
Malam ke-24 oa yang dipanjatkan sebanyak 24 doa akan dia kabulkan
Malam ke-25 ibebaskan dari siksa kubur
Malam ke-26 itingkatkan pahalanya 40 tahun
Malam ke-27 :Melintasi jembatan shirat bagai kilat menyambar
Malam ke-28 itinggikan derajatnya 1000 tingkat disurga
Malam ke-29 iberi pahala sebanyak 1000 haji mabrur
Malam ke-30 iseru Allah SWT dengan firmanNya,”Ya Hambaku,silakan makan buah-buahan Surga,silakan mandi air Salsabil,dan minumlah dari telaga Kautsar,Akulah Tuhanmu dan kamu adalah hambaku”
sumber: kitab durratun nashihiin hal 18-19
Nah sekarang kita sudah tahu semua pahala salat tarawih.Semoga kita lebih baik di tahun depan . Amien
Uraian :
Nabi SAW pernah bersabda, dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallah Wajhah, ia berkata: Nabi SAW, pernah ditanya tentang fadhilat tarawih di bulan Ramadhan seraya bersabda:
Pada malam pertama di bulan Ramadhan keluarlah orang yang beriman dari dosanya seperti hari dilahirkan oleh ibunya.
Dan pada malam kedua, diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuany, jika kedua orang tuanya itu beriman.
Dan pada malam ketiga, malaikat meyeru dar bawah ‘Arsy: lanjutkanlah amalmu niscaya Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.
Dan pada malam keempat, pahalanya seperti membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
Dan pada malam kelima, Allah memberikan kepadanya pahala seperti orang yang shalat di masjidil Haram dan Masjid Nabawiy di Madinah dan masjid al-Aqsha.
Dan pada malam keenam, Allah memberikan pahala orang ang thawaf di Baitil Makmur, dan semua batu-batuan dan tanah liat turut memohonkan ampun untuknya.
Dan pada malam ketujuh, seakan-akan dia menjumpai Nabi Musa dan membantunya dalam menghadapi Fir’aun dan Haaman.
Dan paa malam kedelapan, Allah memberikan kepadanya apa-apa yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Dan pada malam kesembilan, seakan-akan dia beribadah kepada Allah seperti ibadah Nabi Isa AS.
Dan pada malam kesepuluh, Allah memberi rizki untuk dia dua kebaikan dunia dan akhirat.
Dan pada malam kesebelas, (jika ia meninggal) keluar dari dunia seperti hari dilharikan oleh ibunya.
Dan pada malam keduabelas, pada hari kiamat nanti wajahnya seperti bulan purnama,
Dan pada malam ketigabelas, dia akan datang besok di hari kiamat dalam keadaan aman dari segala macam kejahatan
Dan pada malam keempat belas, Malaikat menyasikan untuknya bahwa dia telah melaksanakan shalat tarawih, karena itu Alalh tidak menghisab dia di hari kiamat kelak.
Dan pada malam kelima belas, malaikat penjaga ‘Arsy dan kursy mendoakan kepadanya.
Dan pada malam keenam belas, Allah menetapkan dia sebagai orang yang bebas dan selamt dari neraka dan bebas masuk ke dalam surga.
Dan pada malam ketujuh belas, Allah akan memberikan kepadanya sebagai pahala para nabi.
Dan pada malam kedelapan belas, malaikat berseru: Wahai hamba Allah, sungguh Allah meridhai kamu dan meridhai kedua orang tuamu.
Dan pada malam kesembilan belas, Allah akan mengangkat derajatnya di dalam surga firdaus.
Dan pada malam kedua puluh, Allah memberikan pahala syuhada dan shalihin
Dan pada malam keduapuluh satu, Allah akan membangunkan untuknya suatu istana di surga dari cahaya.
Dan pada malam kedua puluh dua dia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala macam kesedihan dan kesusahan.
Dan pada malam kedua puluh tiga, Allah akan membangunkan untuknya sebuah kota di surga.
Dan pada malam kedua puluh empat, dia akan dianugerahkan 24 macam doa yang dikabulkan.
Dan pada malam kedua puluh lima, dia akan dihindarkan dari adzab kubur.
Dan pada maam kedua puluh enam, diangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
Dan pada malam yang kedua puluh tujuh, dia akan melalui shiratal mustaqim bagaikan kilat yang menyambar.
Dan pada malam kedua pulu delapan, Allah akan mengangkat dia seribu derajat di surga.
Dan pada malam kedua puluh sembilan Allah akan memberikan kepadanya pahala seribu kali haji yang maqbul (mabrur).
Dan pada malam ketiga puluh, Allah SWT berfirman: “Wahai hamba-Ku, makanlah dari segala macam buah-buahan surga dan mandilah dari air salsabila (di surga) dan minumlah dari air al-Kautsar, seraya berfirman : “Aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku”.
Sumber : Kitab Durraton Nasihin, hal. 18
September 6, 2007
Fadhilah (Keutamaan) Ramadhan
Diarsipkan di bawah: Tazkiyah — alqoshiduun @ 3:43 pm

Mendapat Ampunan dari Allah
Abu Hurairah r.a berkata : Nabi Muhammad s.a.w bersabda : “Barang siapa yang puasa bulan Ramadhan karena keimanannya dan benar-benar mengharapkan pahala dari Allah, maka diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhori, Muslim)
Do’a-Do’anya Makbul
“Ada tiga orang yang tidak ditolak do’a mereka: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil dan do’anya orang yang teraniaya. (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majjah dan Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan).
Syiam Hanya Untuk Allah Dan Hanya Allah Yang Akan Membalasnya.
Bau Mulut Orang Yang Berpuasa Lebih Harum Dari Kasturi.
Mendapat Dua kegembiraan.
Abu Hurairah r.a. berkata telah bersabda Nabi Muhammad s.a.w : “ Allah telah berfirman : “ Semua amalan anak Adam dapat tercampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali puasa, maka itu untukku, dan aku sendiri yang akan membalasnya. Dan puasa itu sebagai perisai, maka seseorang sedang berpuasa, jangan berkata keji atau ribut-ribut, dan kalau seseorang mencaci kepadanya, atau mengajak berkelahi maka hendaknya dikatakan kepadanya : Aku sedang berpuasa. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah lebih harum dari minyak (kasturi). Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan, yaitu ketika ia sedang berbuka puasa, dan ketika ia menghadap kepada Allah akan gembira benar, menerima pahalanya.” (Bukhori, Muslim)
Dijauhkan Dari (Naar) Neraka
Abu Sa’id Al khudri ra. Berkata : Rasulullah saw bersabda: “ Tidak seorang yang berpuasa sehari saja karena Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka jarak 70 tahun.” (HR. Bukhori, Muslim)
Di Masukan Jannah (Syurga) Melalui Babur Royyan
Abu Hurairah berkata : Rasulullah saw bersabda : “ Siapa yang bersedekah sejodoh (dua kendaraan) dalam jihad fisabilillah, maka ia akan dipanggil dari semua pintu-pintu syurga, Hai hamba Allah itu baik. Dan barang siapa melakukan sholat, dipanggil dari pintu sholat, dan siapa ahli jihad maka dipanggil dari pintu jihad, dan barang siapa ahli puasa dipanggil dari pintu puasa (arroyyan), dan barang siapa ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” Abu Bakar bertanya : Ya Rasulullah, “apa sebabnya maka ada orang yang dipanggil dari semua pintu-pintu itu (apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu-pintu itu)” Jawab Nabi : “ Ya, dan saya harapkan kau dari golongan mereka.” (HR.Bukhori Muslim)
Ket : Bersedekah sejodoh tidak berarti kendaraan saja, tetapi melakukan segala perbuatan dobel (dua), baik dari sholat wajib dengan sunnahnya atau puasa dan lain-lain.
Naar Ditutup, Jannah Dibuka dan Syaithon Dibelenggu
Abu Hurarah ra berkata Rasulullah saw bersabda: “ Jika tiba bulan puasa Ramadhan maka ditutup pintu neraka, dibuka pintu-pintu jannah dan dibelenggu (dirantai) semua syaiton.” (HR.Bukhori Muslim)
Dimintakan Ampunan Oleh Malaikat.
Jannah Dihiasi Pada Permulaan Ramadhan
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abuhurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda: “ Umatku di beri Allah setiap bulan puasa lima macam, yang tidak diberi pada ummat-ummat sebelumnya. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari bau misik (kasturi), Malaikat memintakaan ampun untuk orang yang berpuasa hingga berbuka, Penjahat- penjahat syaiton dibelenggu sehingga mereka tidak leluasa seperti biasanya, Allah menghiasi jannah setiap hari, dan berfirman : Hampir setiap hambaku yang sholeh bebas dari keberatan dan gangguan dan kembali kepadamu, Allah mengampunkan kepada mereka pada akhir malam Ramadhan. Ditanya : Ya, Rasulullah, apakah itu lailatul qadar? Jawabnya : “ Bukan, tetapi seorang buruh dibayar upahnya telah selesai pekerjaannya.”
Mendapat Keridoaan Allah.
Nilai Amalan Sunnah Pada Bulan Ramadhan Sama Dengan Amalan Fardhu di Bulan Lain, Nilai Amalan Fardhu di bulan Ramadhan Sama Dengan 70 Fardhu di Bulan Lain.
Hari-Hari di Awal Ramadhan Rohmat, pertangahannya Ampunan, Terakhirnaya Pembebasan dari Naar
Abul-Lais meriwayatkan dengan sanadnya dari Salman Alfarisi ra berkata: Rasulullah berkutbah pada akhir bulan Sya’ban dan bersabda : “Hai semua manusia, telah tiba kepada kalian bulan yang besar dan berkat, bulan yang menggandung lailatul qodri yang lebih baik dari satu seribu bulan,bulan yang diwajibkan oleh Allah kepada hambanya untuk berpuasa, dengan bangun malam hanya sunnat, maka barang siapa yang mengerjakan yang sunnat pada bulan itu maka sama dengan orang yang mengerjakan amalan yang fardhu di bulan lain, dan yang mengerjakan yang fardhu pada bulan itu bagikan tujuh puluh fardhu di bulan-bulan lain, dan ia bulan sabar, sedang sabar balasannya adalah jannah, dan ia sebagai bulan bantuan dan pertolongan, dan bulan yang ditambahkan rizqi orang mu’min, siapa yang memberi buka puasa pada orang yang brerpuasa mendapat pahala bagikan memerdekaan budak dan menjadi pengampun bagi dosa-dosanya.” Sahabat berkata: Ya Rasulullah tidak semua orang mempunyai makanan untuk memberi buka pada orang yang berpuasa. Jawab Nabi saw : “Allah itu memberi pahala itu pada orang yang memberi buka walau seteguk susu, atau sebiji korma atau segelas air, dan barang siapa yang mengenyangkan orang yang berpuasa, maka ia diampunkan dosa-dosanya dan diberi minum dari telagaku minuman yang tidak akan haus sehingga masuk jannah, dan ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya dirinya sedikit pun, dan bulan ini permulaannya rahmat dan pertengahanya pengampunan dan akhirnya kebebasan dari neraka, dan barang siapa yang meringankan budaknya (buruhnya) maka Allah akan memerdekaan dari api neraka. ”
Dibangunkan Rumah di Jannah dan Akan Dinikahkan Dengan Dua Bidadari
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanad ayahnya dari Ibnu Mas’udr.a. berkata: “Tidak seorang hamba bepuasa Ramadhan dengan tenang diam dam selalu berdzikir, dan melaksanalan yang halal dan meninggalkan yang haram, dan tidak berbuat keji, melainkan ia keluar dari bulan ramadhan sudah diampunkan semua dosa-dosanya, dan dibagunkan untuk tasbih dan tahlil sebuah rumah di jannah dan zamrud yang hijau di dalamnya ada yaqut yang merah di dalam yaqut itu ada khemah dari permata yang berlubang dan di dalamnya ada dua bidadari yang memakai dua gelang emas yang bertaburkan yaqut merah yang dapat menerangi dunia seluruhnya.”
Perbandingan Kelebihan Bulan Ramadhan Dengan Bulan Yang Lain
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda : “ Rajab bulanya umatku dan kelebihanya dari bulan-bulan yang lain bagikan kelebihan umatku dari umat-umat yang lain. Dan sya’ban bulanku dan kekebihanya terhadap lain-lain bulan bagikan kelebihanku atas lain-lain Nabi. Dan Ramadhan bulan Allah dan kelebihannya terhadap lain-lain bulan bagikan kelebihan Allah atas mahluk-Nya.’
Wallahu ‘alam bishowab
Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Login sebagai alasror. Keluar log »
Sep
07
Fadhilah Puasa
post info
Oleh Bonne
Kategori: Duratun Nasihin
Dengan Menyebut nama Allah Yang Pemurah dan Pengasih
“Wahai orang-orang mukmin, puasa Ramadhan telah diwajibkan atasmu seperti yang telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa. Yaitu dalam hari-hari yang telah ditentukan (yakni penuh satu bulan). Maka siapa sakit diantaramu, atau tengah bepergian, maka wajiblah berpuasa di hari-hari lain, sebagai pengganti hari-hari yang ditinggalkan.” (QS Al- Baqarah 2: 183 -184)
Riwayat wajibnya puasa
Sehubungan dengan perang menundukkan nafsu syahwat, telah diceritakan dalam proses diwajibkannya puasa, demikian:
Bahwasanya Allah swt setelah selesai menciptakan akal, berfirman: “Hai akal menghadaplah kamu kepadaKu”, maka dengan segera akal menghadapNya. Lalu Allah menyuruhnya: “Mundurlah hai akal, maka ia segera mundur mentaati perintah Allah swt. Kemudian Allah bertanya: ” Hai akal, siapakah sebenarnya kamu dan Aku ini ?” jawabnya: ” Ya Allah, Engkaulah Tuhan sesembahanku, sedang aku hanyalah hambaMu yang lemah.” Akhirnya akal dipuji oleh Allah dengan firmanNya: “Hai akal, tiada makhluk yang Kuciptakan lebih mulia dibandingkan kamu.”
Kemudian Allah swt ciptakan pula nafsu, dan ketika ia dusuruh menghadap Allah, sepatah katapun tiada jawaban darinya, bahkan ketika ditanya: “Siapa kamu, dan siapa Aku ?” Jawabnya: “Aku ya aku, Kamu ya Kamu”. Maka dengan demikian ia patut menjalani hukuman, akibat tidak tahu diri, ia disiksa dilemparkan ke dalam kobaran api neraka jahanam selama 100 tahun, dan setelah habis masa hukumannya, ia dikeluarkan dari neraka, lalu ditanya:”Siapa sebenarnya engkau, dan siapa pula Aku? Jawabnya tiada berbeda dengan dulu: “Aku ya aku, Engkau ya Engkau”.
Akhirnya ia dihukum lagi, tapi kali ini ia dilemparkan ke dalam neraka lapar selama 100 tahun, sehabis masa hukuman ia ditanya lagi tentang diri dan Penciptanya, maka berkat hukuman lapar (puasa) ia mengakui bahwa dirinya adalah seorang hamba yang lemah, dan Allah Tuhannya, itulah sebabnya Allah mewajibkan puasa baginya.
Tingkatan Puasa.
Puasa ada 3 tingkatan, yaitu: “Puasa Umum, puasa khusus dan puasa khawashul khawaah.
Puasa umum, yakni puasa yang dikerjakan oleh kebanyakan umat (orang awam), ialah mengekang diri dari makan, minum dan berhubungan suami-istri.
Puasa khusus, yakni puasa yang dikerjakan oleh kebanyakan para shalihin, ialah mengekang anggota badan dari segala perbuatan dosa, yang demikian ini dapat tercapai, hanya dengan menguasai 5 perkara secara langgeng, yaitu:
Menundukkan pandangan mata dari hal-hal yang tercela menurut agama.
Memelihara lisan dari ghibah, dusta, adu-domba dan sumpah palsu, yang demikian ini bertolak dari hadits riwayat Anas ra, Nabi saw bersabda: “Ada 5 hal yang dapat membinasakan pahala puasa, yaitu: Dusta, ghibah, adu-domba, sumpah palsu dan memandang penuh syahwat.”
Memelihara telinga dari mendengarkan yang dibenci oleh agama.
Memelihara segenap anggota tubuh dari hal-hal yang dibenci oleh agama. Memelihara perut dari makan yang syubhat ketika berbuka, sebab apa artinya puasa dengan mengekang makan halal disiang hari, lalu berbuka dengan haram, demikian ini bagaikan orang membangun sebuah gedung ditengah kota, lalu kota tersebut dihancur-binasakan. Dalam hal ini Nabi saw bersabda: “Kebanyakan orang berpuasa tidak mampu memetik hasilnya, kecuali lapar dan dahaga”.
Tidak terlalu banyak mengisi perut, di saat berbuka, sekalipun dengan makanan halal, sebab Nabi saw bersabda: “Tiada orang yang lebih dibenci oleh Allah, dibandingkan orang yang suka memenuhi perutnya, sekalipun makanan yang halal”.
3. Puasa khawashul khawash, ialah memelihara gerak hati dari tujuan hal-hal yang bersifat dunia semata, dan tidak semata memikirkannya, dan mengekangnya dari niat atau memikirkan selain Allah.
Bagi tingkatan puasa demikian, apabila memikirkan hal-hal selain Allah, maka gugurlah puasanya, inilah puasa yang setingkat dengan puasanya para Nabi dan para shiddiqin. Dan pada hakekatnya kedudukan ini, menghadapkan jiwa raga sepenuhnya kepada Allah, dan berpaling dari selain Dia.
Hikayat
Ada seorang majusi melihat anaknya tiada tahu diri dalam bulan Ramadhan makan di pasar, lalu ia menghajarnya dengan pukulan, katanya: “Kenapa kamu tidak tahu diri dalam bulan Ramadhan, yang seharusnya engkau pandai menghormati umat Islam yang tengah berpuasa?” Yang demikian ini adalah sikap dan tindakan seorang majusi penyembah api atau katakanlah orang musyrik dalam mendidik anaknya. Kemudian bagaimanakah dengan sikap kita di negeri ini dewasa ini yang nota bene 95% mengaku beragama Islam, dalam menghormati Ramadhan?
Alkisah, orang majusi itu meninggal dunia, dan pada suatu malam seorang ‘alim mimpi bertemu dengannya, ia berada di ranjang indah di sorga, ketika ditanya: “Lo anda kan orang Majusi, kenapa di tempat ini?” Jawabnya: “Betul, semula memang aku orang Majusi, tetapi menjelang maut tiba, tersentuh hatiku untuk memeluk Islam, saat itu aku dengar seruan di atasku: “Hai para malaikatKu, jangan biarkan ia mati tersesat dengan agama majusinya, angkatlah dia menjadi seorang muslim terhormat, sebab ia telah menghormati bulan suci Ramadhan”.
Motifasi
Dengan menyimak ceritera tersebut di atas, hendaklah cukup menjadi pendorong (motifasi) bagi masyarakat untuk melaksanakan hak bulan Ramadhan dan menghormatinya, karena kita harus optimis dengan anugrah iman sebagaimana yang diperoleh orang majusi tersebut, ia memperoleh anugrah iman, hanya dengan menghormatinya apalagi jika mau melaksanakan puasa Ramadhan penuh keyakinan dan keikhlasan jiwanya.
Nabi saw bersabda: “Siapa lega hati, menyambut kehadiran bulan Ramadhan, pasti Allah mengharamkan tubuhnya atas neraka apa saja.”
Nabi saw bersabda: “Pada malam pertama bulan Ramadhan, Allah berfirman: “Siapa mencintaiKu, pasti Akupun mencintainya, siapa mencari rahmatKu, pasti rahmatKupun mencarinya, dan siapa beristighfar kepadaKu, pasti Aku mengampuninya, berkat hormat Ramadhan, lalu Allah menyuruh malaikat mulia pencatat amal, khusus dalam bulan Ramadhan supaya menulis amal kebaikan semata, tidak mencatat laku kejahatan mereka, umat Muhammad, dan Allah menghapus dosa-dosa terdahulu bagi mereka.”
Renungan
Sekarang semuanya kembali pada diri kita masing-masing, apakah kita mampu melawan hawa nafsu kita sendiri, karena pada bulan suci Ramadhan hampir bisa dipastikan bahwa kita tidak diganggu oleh syetan, karena syetan-syetan dibelenggu sesuai dengan hadits Nabi SAW sebagai berikut: dari Abu Hurairah Ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu surga akan dibukakan dan pintu-pintu neraka akan ditutup serta syetan-syetan akan dibelenggu.” (HR Bukhari No. 1898 dan Muslim 1079).
Mari kita hormati bulan suci Ramadhan dengan menjalankan ibadah puasa serta ibadah-ibadah lainnya. Agar kita tergolong orang-orang yang mampu mengatasi hawa nafsunya sendiri, mendapatkan tambahan keimanan supaya kita bisa lebih bertaqwa kepada Allah dengan mendapatkan Ridho-Nya untuk mencapai satu tujuan yaitu Surga.
Satu tahun tidak terasa.
Ramadhan telah kembali mengunjungi kita.
Semoga yang dilalui dan dilakukan.
Menjadikan kebaikan di bulan suci ini.
Marhaban yaa Ramadhan.
Taqabalallahu Minna Waminkum.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
(http://temanpagi.wordpress.com/2007/08/27/sms-ucapan-bulan-puasa-dan-lebaran/)
::… bkend.sep-2007 …:::
Referensi:
Duratun Nasihin
– Pengajian I Fadhilah Ramadhan I
– Pengajian II Fadhilah Puasa
– Pengajian III Fadhilah Ramadhan II
situs eramuslim (www.eramuslim.com)
http://www.eramuslim.com/ustadz/shm/6920102150-ramadhan-vs.-s
Artikel – Keutamaan Bulan Ramadhan
Oleh : Farid N. Arief
Diibaratkan seorang petani mempunyai 12 (dua belas) bidang tanah, dari hasil penelitian ahli pertanian tanah petani bidang yang ke 9 (sembilan) sangat subur sekali, kalau dibandingkan dengan bidang tanah-tanah yang lain.Jika petani menanami tanah bidang 9 dia akan memperoleh hasil yang sangat berlipat ganda,maka kalau petani itu tidak mau mengolah tanah pada bidang yang nomor sembilan,atau dia tidak rajin menanami bidang tanah yang subur ini secara optimal, tentu petani itu seorang yang bodoh, seorang yang membuang kesempatan untuk mendapat keuntungan yang berlipat ganda.
Begitu juga kita umat Islam yang mempunyai 12 (dua belas) bulan, mulai dari bulan Muharam – Safar – Rabiul awal – Rabiul tsani – Jumadil awal – Jumadil tsani – Rajab – Sha`ban – Ramadhan(bulan ke 9) – Syawwal – Zulqo`idah – Zulhijah. Bulan yang kesembilan (Ramadhan) adalah bulan yang sangat utama, bulan penghulu segala bulan, Hadis nabi “Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang utama adalah hari Jumat. Selanjutnya nabi bersabda” Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), dan dia kabulkan do`a, pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt”. (Riwayat Ath-Thabrani)
Diantara keutamaan bulan Ramadhan adalah :
1. Bulan Tarbiyah untuk mencapai taqwa
“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (Alquran- surat Al Baqarah ayat 183)
2. Bulan diturunkannya Alqur`an
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alqur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)……(Alqur`an – surat Al Baqarah ayat 185)
3. Bulan ampunan dosa
Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (Muttafaqun `alaih)
4. Bulan dilipat gandakannya amal sholeh
Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban padabulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (Hadis- riwayat Bukhori-Muslim).
5. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, sabar itu balasannya syurga.
6. Bulan Ramadhan bulan ditambahkannya rizqi orang mukmin
Barangsiapa yang memberikan untuk berbuka kepada seorang yang berpuasa, balasannya adalah ampunan terhadap dosa-dosanya, dirinya dibebaskan dari neraka, dan dia mendapat pahala sebesar pahala yang didapat orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.
7. Bulan Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan ahirnya pembebasan dari neraka.
“Apabila masuk bulan Ramadhan dibuka pintu rahmat (kasih sayang) dan ditutup pintu jahanam dan setan-setan dibelenggu (Hadis riwayat Ahmad),
Oleh karena itu mari kita mendirikan bulan Ramadhan dengan segala amaliah penuh keimanan dan ikhlas mencari ridho Allah. Jangan kita lewatkan momentum bulan yang kesembilan ini yang penuh rahmat, berkah, pahala dan ampunan.

Penting dibaca bagi pengunjung blog ini

Bagi para pengunjung blog ini yang ingin mengetahui berita atau informasi tentang Pondok Al Asror dapat mengunjungi link ini

Al Asror

terimakasih


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.